Alami Penyakit Obsesi Makan, Anak Ini Bisa Makan Tisu hingga Kotoran di Lantai!

Maya Safira - detikFood Senin, 24 Jul 2017 14:47 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Anak berusia 10 tahun ini mengalami masalah genetis. Kalau tidak mendapat makanan, ia bisa makan tisu hingga kotoran!

Caden Benjamin dari Standerton, Afrika Selatan, beratnya lebih dari 90 kg. Ini akibat ia makan berlebihan.

Dikutip dari Metro.co.uk (21/7), ia didiagnosa Prader-Willi syndrome. Penyakit itu terkait dorongan obsesif untuk makan.

Ibunya, Zola Benjamin, mengatakan," Pada satu titik, Caden sampai makan tisu toilet. Ia akan makan satu gulungan itu (tisu). Sebenarnya ia akan makan apa saja yang ditemukan di rumah. Jika tidak ada yang bisa ia makan, ia akan mengikis kotoran yang ditemukan di lantai dan memakannya."

Alami Penyakit Obsesi Makan, Anak Ini Bisa Makan Tisu hingga Kotoran di Lantai!
Caden Benjamin Alami Penyakit Obsesi Makan (Foto: Istimewa)

Caden pernah menjalani operasi tracheotomy beberapa tahun lalu dan kini bernafas melalui selang yang dimasukkan melalui batang tenggorokan.

Pada usia 3 tahun, Caden sudah punya berat 19 kg. Tapi ibunya tidak tahu apa yang terjadi padanya. Seorang dokter di Pretoria, Provinsi Gauteng, akhirnya mengetahui penyakitnya.

Prader-Willi diidap ribuan orang di seluruh dunia. Ini juga menyebabkan pertumbuhan terhambat dan mengurangi elastisitas otot.

Penderita kadang tidak bisa makan lebih banyak makanan dibanding orang seusianya. Karena tubuhnya membakar lebih sedikit kalori.

"Secara normal ia akan memulai hari dengan makan empat lembar roti panggang keju. Kemudian satu jam kemudian ia akan minum Coke dan makan sisa makanan dari malam sebelumnya. Lalu saat makan siang ia akan makan dua potong besar ayam. Ia akan makan tiap jam sepanjang sisa hari," jelas sang ibu.

Alami Penyakit Obsesi Makan, Anak Ini Bisa Makan Tisu hingga Kotoran di Lantai!Caden Benjamin Sulit Gerak dan Nafas karena Penyakitnya (Foto: Istimewa)

Zola kini harus mengunci seluruh lemari dapur dan kulkasnya. Dan ia menyembunyikan semua makanan di rumahnya.

Saat ini Caden sulit untuk bergerak dan bahkan bernafas karena beratnya. Ia juga mengami depresi karena tidak bisa hidup seperti anak normal.

"Terkadang ia menangis dan mengatakan pada saya mau pergi dan bermain dengan anak lainnya di luar rumah. Tapi ia tidak bisa melalukannya dan tidak ada cara saya untuk membantunya," ungkap ibu Caden.

(adr/odi)