Meski Ilegal, Di China Kini Sedang Marak Praktek Jual Beli ASI

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Senin, 12 Jun 2017 18:41 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Air Susu Ibu (ASI) bukanlah makanan untuk diperjualbelikan. Tetapi di China para ibu tergiur menjual ASI-nya untuk mendapat uang hingga Rp 15 juta per bulan.

Boldsky (9/6) melaporkan sebuah survey menunjukkan wanita di China menjual ASI demi mendapat banyak uang. Walaupun hal ini ilegal, praktek jual beli ASI di sana rupanya masih marak hingga sekarang.

Foto: iStock


Seperti diketahui Kementerian Kesehatan setempat tidak mengategorikan ASI sebagai makanan yang bisa diproduksi atau dijual sebagai komoditas. Karenanya secara teknis membeli maupun menjual ASI adalah perbuatan ilegal di China.

Namun ada alasan mengapa ASI begitu diminati. ASI dianggap sebagai superfood yang tersusun dari kombinasi antibodi, sel hidup, enzim, hormon dan asam lemak.

Bukan hanya untuk bayi atau balita saja, kabarnya orang dewasa juga membeli ASI untuk diminum sendiri. Permintaan yang tinggi membuat para ibu seolah menghalalkan segala cara untuk menjual ASI-nya.

Foto: iStock


Ada yang memutuskan untuk mengakhiri masa menyusui anaknya lebih cepat. Namun ada juga yang mengonsumsi makanan khusus untuk meningkatkan produksi ASI.

Di sana ASI dihargai mulai dari 15 yuan hingga 60 yuan atau sekitar Rp 29.000 hingga Rp 117.400. Untuk ASI segar kemasan 250 ml, harganya bahkan bisa mencapai 150 yuan atau sekitar Rp 293.000.

Tak heran, dalam sebulan para ibu yang menjual ASI bisa menghasilkan uang antara 7000 dan 8000 yuan. Berkisar antara Rp 13 juta sampai Rp 15 juta. (msa/odi)