Nasi goreng merupakan sajian berupa nasi yang digoreng dan diaduk dengan bumbu seperti bawang merah, bawang putih dan cabai yang digoreng dengan minyak. Biasanya ditambahkan dengan kecap manis dan aneka pelengkap.
Tapi sehatkah konsumsi nasi goreng? "Kita lihat dulu konten yang ada di dalamnya," tutur Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, MS, MSc, SpGK (K), Kepala Departemen Medik Ilmu Gizi RSU Cipto Mangunkusumo (08/05).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: iStock |
"Gunakan wajan anti lengket agar penggunaan minyaknya lebih sedikit," saran Fiastuti.
Menurutnya, nasi goreng bisa semakin sehat jika ditambahkan dengan protein seperti telur. Akan tetapi telur ini mengandung protein dan kolesterol.
Dalam sehari seseorang memiliki batas maksimal konsumsi kolesterol sebanyak 300 mg. Satu butir kuning telur mengandung kolesterol sebanyak 200 mg. Sehingga jika konsumsi satu butir telur masih diperbolehkan.
Foto: iStock |
Orang Indonesia umumnya konsumsi protein sedikit. Kebutuhan protein sehari itu sekitar 0,8 gr sampai 1,2 gram. Akan tetapi untuk usia di atas 60 tahun kebutuhan lebih dari 1,2 gram.
"Wajib menambahkan sayuran. Nasi goreng bisa diberi potongan daun lettuce dan tomat. Artinya, walaupun makan nasi goreng, sepanjang minyak tidak melebihi, sepanjang protein tercukupi dan sepanjang ada sayur dan buah tetap bisa sehat," ujar Fiastuti. (lus/odi)

Foto: iStock
Foto: iStock
KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN