Nasi Goreng Tetap Sehat, Asalkan Diracik dengan Cara Ini

Nasi Goreng Tetap Sehat, Asalkan Diracik dengan Cara Ini

Lusiana Mustinda - detikFood
Rabu, 10 Mei 2017 11:54 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Nasi goreng sering jadi sajian sarapan dan praktis. Agar tetap sehat, raciklah dengan cara yang disarankan oleh ahli gizi.

Nasi goreng merupakan sajian berupa nasi yang digoreng dan diaduk dengan bumbu seperti bawang merah, bawang putih dan cabai yang digoreng dengan minyak. Biasanya ditambahkan dengan kecap manis dan aneka pelengkap.

Tapi sehatkah konsumsi nasi goreng? "Kita lihat dulu konten yang ada di dalamnya," tutur Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, MS, MSc, SpGK (K), Kepala Departemen Medik Ilmu Gizi RSU Cipto Mangunkusumo (08/05).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nasi Goreng Tetap Sehat, Asalkan Diracik dengan Cara IniFoto: iStock
Karena bumbu digoreng dengan minyak, sebaiknya batasi penggunaannya. Kebutuhan lemak perhari hanya sekitar 5 sdm, sehingga perlu memperhatikan asupan minyak agar tak berlebihan.

"Gunakan wajan anti lengket agar penggunaan minyaknya lebih sedikit," saran Fiastuti.

Menurutnya, nasi goreng bisa semakin sehat jika ditambahkan dengan protein seperti telur. Akan tetapi telur ini mengandung protein dan kolesterol.

Dalam sehari seseorang memiliki batas maksimal konsumsi kolesterol sebanyak 300 mg. Satu butir kuning telur mengandung kolesterol sebanyak 200 mg. Sehingga jika konsumsi satu butir telur masih diperbolehkan.

Nasi Goreng Tetap Sehat, Asalkan Diracik dengan Cara IniFoto: iStock
Tetapi, bagi seseorang yang membatasi kolesterol, bisa membuat nasi goreng dengan mencampurkan dua butir putih telur. Sehingga proteinnya bisa terpenuhi.

Orang Indonesia umumnya konsumsi protein sedikit. Kebutuhan protein sehari itu sekitar 0,8 gr sampai 1,2 gram. Akan tetapi untuk usia di atas 60 tahun kebutuhan lebih dari 1,2 gram.

"Wajib menambahkan sayuran. Nasi goreng bisa diberi potongan daun lettuce dan tomat. Artinya, walaupun makan nasi goreng, sepanjang minyak tidak melebihi, sepanjang protein tercukupi dan sepanjang ada sayur dan buah tetap bisa sehat," ujar Fiastuti. (lus/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads