Mengasup Banyak Garam Sebenarnya Tak Bikin Haus Tetapi Memicu Rasa Lapar

Odilia Winneke Setiawati - detikFood Rabu, 19 Apr 2017 08:59 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Selama ini orang mengira makan makanan asin bikin haus. Tetapi peneliti justru sebut makanan asin memicu rasa lapar.

Asupan garam dianjurkan untuk sebatas yang diperlukan. Karena suapan yang berlebihan bisa memicu beragam penyakit. Rasa asin gurih disukai banyak orang. Umumnya terdapat pada aneka keripik, camilan, atau jajanan dengan aneka saus.

Bukan hanya membuat rasa haus berlebihan, peneliti menyebut asupan garam justru membuat orang merasa lebih lapar. Sebuah kelompok peneliti internasional membuat simulasi misi ke Mars, lapor nydailynews (18/4/2017).

Megasup Banyak Garam Sebenarnya Tak Bikin Haus Tetapi Memicu Rasa LaparFoto: Popsugar/Thinkstock

Dalam simulasi ini dilengkapi dengan lingkungan dengan segala hal yang dikonsumsi bisa diukur dan dikontrol. Dua grup terdiri dari 10 orang laki-laki yang ditaruh dalam lingkungan mirip kosmonot yang disegel. Satu grup dalam 105 hari dan yang satu dalam 205 hari. Mereka diberi asupan garam dengan jumlah sama.

Hasil penelitian ini dipublikasikan di The Journal of Clinical Investigation, disebutkan bahwa asupan garam membuat mereka minum lebih sedikit. Garam memicu mekanisme pada ginjal untuk menahan air dan memproduksi urea. Sebuah proses yang menyerap energi yang menyebabkan lapar bukan haus.

Megasup Banyak Garam Sebenarnya Tak Bikin Haus Tetapi Memicu Rasa LaparFoto: iStock

Sebelumnya peneliti menganggap bahwa garam terjebak dalam molekul air dalam tubuh yang dibuang lewat air kencing. Hal ini menyebabkan orang merasa haus dan minum lebih banyak.

Studi ini menemukan meskipun garam dibuang melalui air kencing, sementara air bergerak kembali ke ginjal dan tubuh. Bagi peneliti hasil ini menunjukkan peran penting urea yang selama ini dianggap hasil sampingan dari air kencing.

'Alam tampaknya menemukan cara menghemat air melalui dibawa air kencing melalui garam,' ungkap Prof Friedrich C. Luft, MD, salah satu penulis studi ini. (odi/odi)