Kepala National Obesity Forum, Professor David Haslam, menyebutkan bahwa konsep makan 3 kali sehari yaitu sarapan, makan siang dan makan malam sudah ketinggalan zaman, lapor Cosmopolitan (11/4/2017). Sebaliknya, bila ingin tetap langsing disarankan makan porsi kecil namun sering.
Haslam mengklaim camilan sehat bagus untuk orang dengan gaya hidup sibuk karena mereka sulit untuk makan di waktu normal. Ia mengatakan ngemil sehat bergizi sepanjang hari bisa memberi manfaat sama dengan makan 3 kali sehari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Getty Images |
Namun ide ngemil sepertinya agak bertentangan dengan beberapa pihak. Seperti American Heart Association memperingatkan bahwa tidak sarapan tingkatkan risiko obesitas, sakit jantung, dan diabetes. Lembaga ini juga menyarankan orang untuk tetap makan 3 kali sehari dan tidak ngemil di antara waktu tersebut.
Kemudian, profesor gizi Universitas Glasgow, Prof. Mike Lean, mengatakan ide ngemil tidak seharusnya didorong. Ia berpendapat makanan ringan tinggi kalori, lemak dan gula. Camilan menjadikan orang makan tak teratur dan berlebih.
Tetapi camilan yang dimaksud Prof. Haslam adalah camilan sehat, ia juga turut mengingatkan orang untuk menyeimbangkan camilan buah tinggi gula dengan banyak sayuran.
Foto: Thinkstock |
NHS juga mengatakan camilan antara jam makan dibutuhkan untuk jaga tingkat energi, namun untuk buah dan sayur bukan keripik dan cokelat. Hal tersebut sejalan dengan penyataan ahli dari Academic Medical Centre, Amsterdam bahwa camilan tinggi gula dan lemak picu makan berlebih dan tumpuk lemak perut.
"Pola makan banyak sayuran tinggi serat dan rendah gula menjaga Anda sehat dan kenyang dalam waktu lama. Meski ide ini berbeda dari konsep tradisional. Sayuran punya kadar gula alami rendah jadi lebih bergizi," ungkap Prof. Haslam dikutip dari Daily Mail (7/4/17). (ani/odi)

Foto: Getty Images
Foto: Thinkstock
KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN