Benarkah Ngemil Sayur Bisa Gantikan Makan 3 Kali Sehari?

Benarkah Ngemil Sayur Bisa Gantikan Makan 3 Kali Sehari?

Annisa Trimirasti - detikFood
Rabu, 12 Apr 2017 17:16 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Camilan bisa bikin badan gemuk. Namun professor ini sebut ngemil sayuran bisa jadi cara terbaik untuk turunkan berat badan.

Kepala National Obesity Forum, Professor David Haslam, menyebutkan bahwa konsep makan 3 kali sehari yaitu sarapan, makan siang dan makan malam sudah ketinggalan zaman, lapor Cosmopolitan (11/4/2017). Sebaliknya, bila ingin tetap langsing disarankan makan porsi kecil namun sering.

Haslam mengklaim camilan sehat bagus untuk orang dengan gaya hidup sibuk karena mereka sulit untuk makan di waktu normal. Ia mengatakan ngemil sehat bergizi sepanjang hari bisa memberi manfaat sama dengan makan 3 kali sehari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Benarkah Ngemil Sayur Bisa Gantikan Makan 3 Kali Sehari?Foto: Getty Images
"Memberi makan tubuh sedikit dan sering dengan camilan berbasis sayuran menjadikan sistem metabolik terus terstimulan dan menyediakan pasukan gizi kontinu untuk tubuh, yang sangat penting untuk gaya hidup sibuk," ujar Haslam.

Namun ide ngemil sepertinya agak bertentangan dengan beberapa pihak. Seperti American Heart Association memperingatkan bahwa tidak sarapan tingkatkan risiko obesitas, sakit jantung, dan diabetes. Lembaga ini juga menyarankan orang untuk tetap makan 3 kali sehari dan tidak ngemil di antara waktu tersebut.

Kemudian, profesor gizi Universitas Glasgow, Prof. Mike Lean, mengatakan ide ngemil tidak seharusnya didorong. Ia berpendapat makanan ringan tinggi kalori, lemak dan gula. Camilan menjadikan orang makan tak teratur dan berlebih.

Tetapi camilan yang dimaksud Prof. Haslam adalah camilan sehat, ia juga turut mengingatkan orang untuk menyeimbangkan camilan buah tinggi gula dengan banyak sayuran.

Benarkah Ngemil Sayur Bisa Gantikan Makan 3 Kali Sehari?Foto: Thinkstock
Tam Fry dari National Obesity Forum setuju dengan Prof. Haslam dan mengatakan makan sedikit dan sering sama bagusnya dengan makan normal. Bahkan lebih baik karena duduk khusus untuk makan sering menyebabkan makan berlebih dengan porsi besar.

NHS juga mengatakan camilan antara jam makan dibutuhkan untuk jaga tingkat energi, namun untuk buah dan sayur bukan keripik dan cokelat. Hal tersebut sejalan dengan penyataan ahli dari Academic Medical Centre, Amsterdam bahwa camilan tinggi gula dan lemak picu makan berlebih dan tumpuk lemak perut.

"Pola makan banyak sayuran tinggi serat dan rendah gula menjaga Anda sehat dan kenyang dalam waktu lama. Meski ide ini berbeda dari konsep tradisional. Sayuran punya kadar gula alami rendah jadi lebih bergizi," ungkap Prof. Haslam dikutip dari Daily Mail (7/4/17). (ani/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads