Sering Lemas dan Mudah Marah, Tanda Anda Kurang Konsumsi Karbohidrat (1)

Sering Lemas dan Mudah Marah, Tanda Anda Kurang Konsumsi Karbohidrat (1)

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Rabu, 05 Apr 2017 16:33 WIB
Sering Lemas dan Mudah Marah, Tanda Anda Kurang Konsumsi Karbohidrat (1)
Foto: thinkstock
Jakarta - Karbohidrat amat dibutuhkan tubuh. Jika kurang mengonsumsinya, bisa munculkan berbagai masalah kesehatan. Ini tanda Anda kekurangan karbohidrat.

Konsumsi karbohidrat sering dihindari karena dianggap sebabkan kegemukan. Padahal anggapan ini tak sepenuhnya benar. Karbohidrat justru dibutuhkan untuk banyak hal. Kepada Cosmopolitan (4/4), Kate Pearson selaku personal trainer berujar, "Kita semua butuh karbohidrat." Ia juga menjelaskan ciri jika Anda kekurangan karbohidrat seperti berikut:

1. Sering lemas

Foto: ilustrasi/thinkstock
Kate menjelaskan, "Kita butuh karbohidrat sebagai sumber energi. Dengan menyingkirkan karbohidrat dari menu harian tubuh akan bekerja lebih keras memanfaatkan lemak dan protein sebagai sumber karbohidrat." Akibatnya Anda merasa lemas sejak pagi hingga malam hari.

2. Berat badan tak kunjung turun

Foto: iStock
Saat berdiet tak perlu menghindari karbohidrat sepenuhnya. Pasalnya tak mengonsumsi karbohidrat justru menyulitkan usaha penurunan berat badan. "Diet rendah karbohidrat mungkin membuat berat badan cepat turun, tetapi kebanyakan komposisi berat badan adalah air," jelas Kate.

Ketiadaan asupan karbohidrat membuat liver berusaha mengatasinya dengan memproduksi gula sendiri. Dan ketika kadar gula darah naik, pankreas memproduksi insulin, yaitu hormon penyimpan lemak. Akibatnya angka timbangan akan tetap stabil alias sulit turun.

3. Sakit kepala

Foto: iStock
Dampak lain dari kurangnya konsumsi karbohidrat adalah sering sakit kepala. Hal ini disebabkan oleh menurunnya kadar gula darah.

4. Sulit konsentrasi

Foto: iStock
Akhir-akhir ini sering sulit konsentrasi? Bisa jadi karena Anda kurang mengonsumsi karbohidrat. "Beberapa studi kecil menunjukkan diet rendah karbohidrat mempengaruhi memori, dan membuat Anda sulit konsentrasi," jelas Kate.


Halaman 2 dari 5
(adr/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads