Dikabarkan oleh Menshealth (3/4), studi oleh professor dari Rush University Medical Center menyatakan bahwa jeda tunggu antara pemesanan dan pengambilan makanan di vending machine memberi dampak kecil pada keputusan makanan apa yang dipilih.
Professor Brad Appelhans menciptakan DISC, kependekan dari Delays to Influence Snack Choice atau pengaruh penundaan pada pilihan camilan. DISC merupakan perangkat sederhana yang membagi vending machine menjadi dua bagian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: NPR / Thinkstock |
Dengan susunan seperti itu, saat makanan tidak sehat yang dipilih, ada platform atau sistem yang memaksa konsumen harus menunggu 25 detik tambahan hingga makanan jatuh untuk dapat diambil.
Setelah beberapa bulan pengujian, percobaan Appelhans menghasilkan perubahan 5% pada pilihan makanan sehat. Hal ini dapat dibandingkan sama dengan efek diskon camilan sehat sebesar 25 sen dollar atau sekitar Rp. 3000.
Foto: NPR / Thinkstock |
"Tidak seperti diskon, jeda waktu ini tidak merugikan pendapat keseluruhan pada mesin. Dengan sistem ini, orang mendapatkan lebih banyak nutrisi, namun mesin tidak kehilangan pendapatan. Penambahan waktu tunggu adalah cara bagus memenuhi kedua hal tersebut," ujar Appelhans.
Sejumlah ahli setuju dengan penilaian Appelhans. Secara logikapun, hal itu masuk akal. Jadi mungkin, vending machine tipe ini akan mulai diperbanyak dan orangpun dapat mengonsumsi camilan sehat. (ani/odi)

Foto: NPR / Thinkstock
Foto: NPR / Thinkstock
KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN