Benarkah, Rutin Konsumsi Keju Bisa Bikin Lemak Tubuh Berkurang?

Lusiana Mustinda - detikFood Jumat, 17 Mar 2017 11:58 WIB
Foto: GettyImages Foto: GettyImages
Jakarta - Walaupun tinggi kalsium, keju juga disebut-sebut mengandung lemak jenuh. Akan tetapi, studi terbaru justru menunjukkan bahwa keju punya segudang manfaat untuk kesehatan, termasuk langsingkan tubuh.

Halloumi asin, creamy burrata, stringly mozarella, smelly stilton, melty camembert, crumbly feta atau old cheddar sering dianggap kurang memiliki manfaat untuk kesehatan. Akan tetapi, sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa keju sebenarnya punya banyak manfaat bagi tubuh.

Penelitian dari University College Dublin telah menyimpulkan bahwa orang yang mengonsumsi keju lebih punya berat badan rendah daripada mereka yang tidak mengonsumsinya.

Benarkah, Rutin Konsumsi Keju Bisa Bikin Lemak Tubuh Berkurang? Foto: GettyImages
Para ilmuwan mempelajari dampak dari mengonsumsi produk susu seperti susu, keju, yogurt, mentega dan krim pada 1500 orang yang berusia antara 18 tahun hingga 90 tahun.

Dilansir dalam Independent (17/03), mereka menemukan bahwa orang yang mengonsumsi produk susu memiliki tingkat IMT (indeks massa tubuh) yang lebih rendah, presentase lemak tubuh yang lebih rendah, pinggang yang lebih kecil dan juga dapat turunkan tekanan darah.

Apalagi dalam penelitian tersebut, para peserta yang mengonsumsi susu rendah lemak justru cenderung memiliki kadar kolesterol yang lebih tinggi.

Benarkah, Rutin Konsumsi Keju Bisa Bikin Lemak Tubuh Berkurang? Foto: iStock
Tentu hal ini cukup bertentangan dengan saran kesehatan saat ini yang menganjurkan untuk membatasi asupan lemak jenuh yang ditemukan dalam keju untuk mencegah tingginya kolesterol. Tingginya kadar kolesterol pada seseorang berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke.

Penelitian ini memperkuat beberapa penelitian terbaru dari berbagai negara yang telah menunjukkan bahwa lemak jenuh dari keju tidak meningkatkan kadar kolesterol darah karena kandungan nutrisinya.

"Seperti apa yang kita lihat. Di sini menunjukkan bahwa responden yang mengonsumsi keju memiliki asupan lemak jenuh yang tinggi dibandingkan dengan yang tidak mengonsumsi, dan responden dengan konsumsi keju yang rendah dan tidak ada perbedaan dalam tingkat LDL (low density lipoprotein) kolesterol mereka," jelas Dr Emma Feeney.

Benarkah, Rutin Konsumsi Keju Bisa Bikin Lemak Tubuh Berkurang? Foto: iStock
Feeney mengatakan bahwa, konsumsi kejunyapun tidak sembarangan. Kita perlu mempertimbangkan tidak hanya nutrisinya saja akan tetapi juga paduan makanan dan pola diet secara keseluruhan. Jadi bukan hanya tentang makanan, tapi pola makanan lain yang kita makan dengan paduan keju.

Menariknya, para peneliti menemukan bahwa mereka yang makan lebih banyak keju juga lebih sedikit mengonsumsi karbohidrat. (ani/odi)