Kemasan Polos Pada Junk Food Cegah Orang Makan Berlebih

Kemasan Polos Pada Junk Food Cegah Orang Makan Berlebih

Annisa Trimirasti - detikFood
Selasa, 07 Mar 2017 14:40 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Makan junk food kadang membuat orang ketagihan. Peneliti sebut salah satu cara mengatasi dengan memakai kemasan polos.

Sebelumnya, kemasan junk food dicurigai mengandung bahan berbahaya di dalamnya. Sekarang tentang warna kemasan tersebut. Menurut seorang ahli syaraf terkemuka, makanan berlemak seharusnya dijual dalam kemasan polos untuk bantu lawan obesitas.

Wolfram Schultz, yang belum lama ini memenangkan Nobel Prize €1 million (Rp. 14 milyar) atas karyanya dalam memahami proses pembuatan keputusan oleh otak, mengatakan kemasan warna-warni dan iklan menarik makanan kaya kalori mendorong orang makan berlebih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemasan Polos Pada Junk Food Cegah Orang Makan BerlebihFoto: Thinkstock
Akademisi dari Cambridge University ini adalah salah satu pionir dalam pemahaman tentang bagaimana fungsi dopamin sebagai agen 'reward' (pemicu perasaan senang) di otak. Serta bagaimana manusia belajar beradaptasi untuk mendorong pelepasan bahan kimia ini.

Dikabarkan oleh The Telegraph (6/3/17) , Schultz mengatakan bahwa pikiran dan indera dapat terkait dengan makanan tinggi kalori yang mendorong respon dopamin. Hal ini berkontribusi dalam pola makan tak sehat.

"Kita tidak seharusnya mengiklankan dan mendorong konsumsi kalori yang tidak dibutuhkan ini. Pembungkus warna-warni makanan tinggi energi membuat Anda membeli lebih banyak makanan itu. Sekali menaruhnya di kulkas,makanan itu muncul setiap Anda membuka kulkas dan pastinya Anda akan makan terlalu banyak" jelas Schultz.

Kemasan Polos Pada Junk Food Cegah Orang Makan BerlebihFoto: Thinkstock
Dia juga mengatakan penting untuk menurunkan godaan akan makanan tak sehat di lingkungan tempat Anda hidup. Karena k tidak dapat melakukan apapun untuk melawan sinyal otak yang membuat manusia merasa senang saat makan lebih banyak.

Menanggapi Schlutz, Duncan Stephenson, Director of External Affairs, dari Royal Society for Public Health menunjukkan dorongannya.

"Setiap iniatif yang dapat membantu membuat pilihan lebih sehat patut untuk dieksplorasi. Memperkenalkan kemasan polos pada makanan tinggi lemak, gula, dan garam lebih kompleks dari kemasan polos untuk rokok. Tapi ini dapat dicoba untuk pemahaman lebih baik konsumen dan kebiasaan berbelanja mereka," ujar Duncan.

Kemasan Polos Pada Junk Food Cegah Orang Makan BerlebihFoto: iStock
Schlutz berbagi hadiah €1 million dengan Peter Dayan, direktur dari Gatsby Computational Neuroscience Unit di UCL, dan Ray Dolan, direktur Max Planck UCL Centre for Computational Psychiatry and Ageing.

Mereka bersama meneliti tentang bagaimana otak menggunakan agen 'reward' untuk belajar dan membentuk perilaku. Hasil ini pun memberikan efek pada studi perilaku ekonomi dan situasi bisnis, juga pengobatan akan masalah kecanduan seperti berjudi, kecanduan obat, dan perilaku kompulsif. (ani/ani)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads