Di pasaran terdapat berbagai jenis produk sereal. Tidak semuanya baik bagi kesehatan. Misalnya karena kandungan gula yang tinggi.
Ahli diet terdaftar, Jackie London, memberi informasi terkait berbagai klaim dari produk sereal. Melalui Today.com (23/02), ia memberi petunjuk mengenai label di produk sereal agar konsumen bisa membuat pilihan sehat saat membelinya.
1. Kontrol Porsi
|
Foto: iStock
|
Tujuannya adalah mengonsumsi sekitar 350-400 kalori. Energinya sudah cukup untuk mengatasi rasa lapar sepanjang pagi.
2. Abaikan klaim bahan
|
Foto: iStock
|
"Jika Anda mencari tambahan makanan bernutrisi dalam pola makan dan mencari lebih banyak makanan asli, Anda tidak akan mendapatkannya dari sereal olahan," ungkapnya.
Oleh karena itu, coba cari sereal yang memakai biji-bijian utuh (whole grain). Misalnya gandum atau oat. Pilih juga sereal dengan daftar bahan penyusun yang lebih sedikit.
3. Hati-hati jika label menyebut
|
Foto: iStock
|
"Tapi kita tidak makan nutrien, kita makan makanan," ujar London.
Alih-alih berfokus pada kandungan gizi tertentu, cari kombinasi dari protein dan serat. Setidaknya masing-masing 3 gram per porsi.
4. Periksa kandungan gula
|
Foto: iStock
|
"Gula dengan nama apapun tetaplah gula. Sebaliknya, beberapa sereal menggunakan gula tebu organik, karamel, sirup beras atau sirup maple. Jus buah atau konsentrat jus dan puree merupakan sumber buruk lainnya dari gula tambahan," sebut London.
London juga menyarankan baca label dengan hati-hati dan awasi juga kandungan natrium maupun lemak jenuh. Keduanya sering ditambahkan untuk meningkatkan rasa sereal. Cari sereal dengan kandungan tambahan gula kurang dari 10 gram per porsi, lemak jenuh kurang dari 2 gram dan natrium kurang dari 200 mg.

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN