Ini Zat Berbahaya yang Banyak Terkandung dalam Kemasan Fast Food

Ini Zat Berbahaya yang Banyak Terkandung dalam Kemasan Fast Food

Lusiana Mustinda - detikFood
Senin, 06 Feb 2017 18:20 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Selama ini fast food dikenal sebagai makanan tak sehat. Riset terbaru menyebutkan bahwa kemasan yang digunakan oleh fast food bisa berdampak negatif bagi tubuh.

Untuk menjaga air, minyak ataupun cairan yang berasal dari makanan tidak menembus keluar, kotak kemasan biasanya dibuat dengan menggunakan campuran bahan kimia sintesis.

Sebuah studi yang dilakukan oleh lima institut riset di Amerika Serikat menunjukkan bahwa sepertiga kemasan dari makanan cepat saji menggunakan bahan kertas khusus yang diberi per and polyfluoroalkyl substances (PFASs).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ini Zat Berbahaya yang Banyak Terkandung dalam Kemasan <i>Fast Food</i>Foto: iStock


Dalam studi ini, peneliti mengumpulkan lebih 400 sampel dari kertas dan bungkus makanan karton dan kemasan di restoran cepat saji yang tersebar di Amerika Serikat. Dilansir dalam MNN (03/02), ketika diuji, mereka menemukan bahwa 46 persen dari kertas kotak makanan dan 20 persen dari sampel kertas karton yang mengandung PFASs.

Bahan kimia ini seharusnya dihapus dari kemasan makanan di Amerika pada tahun 2015. Akan tetapi di China masih banyak kemasan yang dibuat dengan bahan ini dan masih diperbolehkan.

"Anak-anak sangat berisiko untuk efek kesehatannya, karena tubuh mereka sedang alami masa pertumbuhan dan sangat rentan terhadap bahan kimia beracun sehingga sistem imunitas bisa menurun," tutur Laurel Schaider, Kimiawan Lingkungan dari Silent Spring Institutes.

Ini Zat Berbahaya yang Banyak Terkandung dalam Kemasan <i>Fast Food</i>Foto: iStock


Selain itu, juga PFASs dan juga bahan kimia sejenis seperti PFOSs mengaitkan beberapa penyakit yang mungkin bisa terjadi dalam tubuh seperti penurunan kesuburan, masalah tiroid dan perubahan fungsi hormon.

Karena konsumen sulit untuk mendeteksi kemasan yang mengandung bahan ini, Schaider menyarankan agar menyiasatinya dengan langsung menikmati makanan yang sudah dikemas. Dan juga menghimbau agar masyarakat dapat mengurangi konsumsi makanan cepat saji dan menggantinya dengan makanan segar atau makanan rumahan yang dibuat sendiri. (msa/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads