Untuk menjaga air, minyak ataupun cairan yang berasal dari makanan tidak menembus keluar, kotak kemasan biasanya dibuat dengan menggunakan campuran bahan kimia sintesis.
Sebuah studi yang dilakukan oleh lima institut riset di Amerika Serikat menunjukkan bahwa sepertiga kemasan dari makanan cepat saji menggunakan bahan kertas khusus yang diberi per and polyfluoroalkyl substances (PFASs).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: iStock |
Dalam studi ini, peneliti mengumpulkan lebih 400 sampel dari kertas dan bungkus makanan karton dan kemasan di restoran cepat saji yang tersebar di Amerika Serikat. Dilansir dalam MNN (03/02), ketika diuji, mereka menemukan bahwa 46 persen dari kertas kotak makanan dan 20 persen dari sampel kertas karton yang mengandung PFASs.
Bahan kimia ini seharusnya dihapus dari kemasan makanan di Amerika pada tahun 2015. Akan tetapi di China masih banyak kemasan yang dibuat dengan bahan ini dan masih diperbolehkan.
"Anak-anak sangat berisiko untuk efek kesehatannya, karena tubuh mereka sedang alami masa pertumbuhan dan sangat rentan terhadap bahan kimia beracun sehingga sistem imunitas bisa menurun," tutur Laurel Schaider, Kimiawan Lingkungan dari Silent Spring Institutes.
Foto: iStock |
Selain itu, juga PFASs dan juga bahan kimia sejenis seperti PFOSs mengaitkan beberapa penyakit yang mungkin bisa terjadi dalam tubuh seperti penurunan kesuburan, masalah tiroid dan perubahan fungsi hormon.
Karena konsumen sulit untuk mendeteksi kemasan yang mengandung bahan ini, Schaider menyarankan agar menyiasatinya dengan langsung menikmati makanan yang sudah dikemas. Dan juga menghimbau agar masyarakat dapat mengurangi konsumsi makanan cepat saji dan menggantinya dengan makanan segar atau makanan rumahan yang dibuat sendiri. (msa/odi)

Foto: iStock
Foto: iStock
KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN