Banyak orang merasa hal-hal yang dilakukannya setiap hari merupakan hasil keputusan yang dipikirkan, padahal semuanya adalah kebiasaan. Meski terlihat sepele, melakukan hal yang sama terus-menerus nyatanya berdampak besar untuk kehidupan.
Hal ini khususnya terjadi di usia 20 tahunan, ketika banyak kebiasaan masih terbentuk. Semua yang dilakukan seseorang kini, nantinya akan mempengaruhi kesehatan, produktivitas, finansial, serta kebahagiaannya di tahun-tahun mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: iStock |
Ditinjau dari segi ilmiah, inti dari setiap kebiasaan adalah loop neurologis yang terdiri dari 3 bagian. Berupa isyarat, rutinitas, dan hadiah atau penghargaan.
Dikutip dari New York Times (18/10), tahun 2002 peneliti di New Mexico State University mempelajari kebiasaan olahraga 266 partisipan. Hasilnya, banyak partisipan memulai kebiasaan lari atau angkat beban secara tiba-tiba.
Alasan lainnya adalah karena mereka punya waktu luang atau ingin mengatasi stress. Terlepas dari itu, alasan yang mendorong mereka berolahraga adalah karena isyarat dan penghargaan yang spesifik.
Sebagai contoh, kebiasaan lari pagi dimulai dari isyarat sederhana seperti mengikat tali sepatu olahraga atau selalu lari di jam yang sama setiap hari. Ada juga penghargaan yang diraih, berupa rasa bugar yang didapat usai lari pagi atau perasaan bangga karena sudah mencapai target jarak yang diinginkan.
Namun beberapa penelitian menunjukkan penghargaan bersifat psikologis saja tidaklah cukup. Otak butuh sesuatu yang benar-benar bisa dinikmati usai berolahrga. Seperti camilan cokelat yang manis.
Foto: iStock |
Hal ini memang berlawanan dengan intuisi karena umumnya alasan orang berolahraga adalah untuk menurunkan berat badan. Tetapi tujuan dari hal ini adalah melatih otak untuk mengasosiasikan isyarat tertentu.
Seperti "Ini jam 5 pagi, saatnya lari mengitari rumah dan saya akan mendapat cokelat." Nantinya, hal ini membuat otak seseorang terus berharap hadiah (cokelat) yang akan didapat usai berolahraga. Permintaan akan cokelat pun bisa dihilangkan seiring waktu.
Secara keseluruhan, isyarat berperan memicu terbentuknya sebuah rutinitas atau kebiasaan. Hal ini nantinya memicu pula keinginan akan keuntungan yang didapat dari melakukan sesuatu hal.
(adr/odi)

Foto: iStock
Foto: iStock
KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN