Perut Tak Nyaman Setelah Sarapan? Kata Ahli Gizi, Ini Penyebabnya!

Perut Tak Nyaman Setelah Sarapan? Kata Ahli Gizi, Ini Penyebabnya!

Lusiana Mustinda - detikFood
Kamis, 24 Nov 2016 07:49 WIB
Foto: SoShiok
Jakarta - Banyak orang yang menghindari sarapan karena perut terasa tak nyaman setelah makan pagi. Tapi, apa penyebabnya? Ini kata ahli gizi!

Sarapan adalah asupan gizi pertama dalam satu hari dan fungsi fisiologis utamanya adalah untuk mengakhiri puasa di malam hari dengan menyediakan nutrisi yang tepat bagi tubuh.

Akan tetapi bagi sebagian orang merasa perut justru tak nyaman setelah sarapan. Kenapa ya?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perut Tak Nyaman Setelah Sarapan? Kata Ahli Gizi, Ini Penyebabnya!Foto: Thinkstock

"Jika perut terasa tak nyaman, ini bukan berarti ada gangguan pencernaan. Karena mereka yang tidak bisa sarapan pagi buktinya masih bisa makan siang," tutur Prof. Hardinsyah, MS. PhD dalam acara BelVita Breakfast 'Wholesome and Balanced Breakfast fot Productive On-the-Go Lifestyle' di Satoo Garden, Shangri-La pada (22/11).

Menurut Hardinsyah, telat bangun dan terburu-buru makan sebelum beraktifitas justru menjadi salah satu hal yang sering menyebabkan perut terasa tak nyaman.

"Tidur terlalu malam jam 12, pagi sudah bangun jadi belum fresh. Ini adalah pola hidup yang tidak sehat. Akan tetapi, pada beberapa orang berbeda. Ada yang tidur malam karena baru mendapatkan inspirasi mengerjakan tugasnya di malam hari, itu tidak masalah. Yang penting tidur cukup 7 hingga 9 jam," ujar pria lulusan University of Queensland ini.

Perut Tak Nyaman Setelah Sarapan? Kata Ahli Gizi, Ini Penyebabnya!Foto: thinkstock

Bangun lebih pagi dan sarapan sehat dapat mendidik orang untuk menjalankan pola hidup yang sehat serta seimbang.

Idealnya sarapan adalah sebelum jam 9 atau sebelum kita beraktifitas pagi. "2 jam setelah bangun tidur akan terjadi penurunan drastis kadar gula darah sehingga kalau tak sarapan bisa sebabkan perut keroncongan, pusing, sulit berkonsentrasi dan rakus saat makan siang dan mlm jadi berefek pada kegemukan," jelas Hardinsyah.

(lus/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads