Meskipun Makan Makanan Kaya Serat, Belum Tentu Berat Badan Turun

Annisa Trimirasti - detikFood
Selasa, 08 Nov 2016 07:53 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Konsumsi makanan kaya serat yang mengenyangkan agar berat badan turun. Namun peneliti justru buktikan sebaliknya.

Penelitian baru menunjukkan tidak ada hubungan memuaskan antara nafsu makan dengan berapa banyak yang sesungguhnya dimakan. Dikabarkan oleh globalnews.ca (6/11/16), ilmuwan dari Universitas Sheffield mengatakan beberapa makanan dapat mengenyangkan namun tidak menghentikan orang makan lebih banyak.

Dokter juga mengatakan mereka telah mengungkap pernyataan makanan tertentu dapat mengontrol nafsu makan dan kemudian menurunkan berat badan adalah mitos. Industri makanan banyak memasarkan produk yang bersifat memodifikasi nafsu makan. Tetapi tidak perlu diperluas untuk menyiratkan asupan energi akan berkurang.

Anda bisa makan makanan yang memuaskan nafsu makan dan membuat kenyang untuk jangka waktu lama. Tetapi bisa saja Anda mengonsumsi lebih banyak kalori setelahnya. Contohnya, Anda sudah makan siang sehat dan kenyang namun tetap makan cokelat setelah itu jika ditawarkan.

Meskipun Makan Makanan Kaya Serat, Belum Tentu Berat Badan TurunFoto: Getty Images

Dokter Bernard Corfe meneliti 462 studi sejak 1999 tentang hubungan nafsu makan dan seberapa banyak sebenarnya orang makan. Hasilnya, 50% studi gagal menyesuaikan seberapa banyak kalori yang dimakan dengan seberapa lapar atau kenyang kondisi peserta. Hanya 6% dari semua studi yang menemukan hubungan statistik langsung antara nafsu makan dan asupan kalori lebih rendah.

Banyak faktor kompleks selain seberapa kenyang yang dirasakan dengan apa yang sesungguhnya dimakan. Manusia rentan terhadap sinyal-sinyal lain. Corfe menyarankan daripada Anda makan makanan tertentu yang mengenyangkan untuk menurunkan berat badan lebih baik cari tahu apa yang membuat berat badan Anda naik. Mungkin kurang olahraga atau terlau banyak ngemil.

Meskipun Makan Makanan Kaya Serat, Belum Tentu Berat Badan TurunFoto: Getty Images

Corfe menyebutkan serat seperti dalam polong-polongan, apel dan makanan kaya serat lainnya punya kaitan lebih banyak dengan manfaat kesehatan bukan pengendalian berat badan. Mungkin Anda melihat populasi orang yang makan makanan tinggi serat punya profil komposisi tubuh lebih baik. Namun ilmu pengetahuan belum menyetujui logika tersebut bisa diperluas sebagai pendekatan penurunan berat badan. (ani/odi)