Ahli Gizi Sarankan untuk Tidak Lagi Mencoba 10 Jenis Diet Ini (2)

Ahli Gizi Sarankan untuk Tidak Lagi Mencoba 10 Jenis Diet Ini (2)

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Rabu, 12 Okt 2016 18:37 WIB
Ahli Gizi Sarankan untuk Tidak Lagi Mencoba 10 Jenis Diet Ini (2)
Foto: iStock/Womens Healt Mag
Jakarta - Tren diet baru banyak bermunculan. Tetapi tak semuanya patut diikuti karena bisa bahayakan kesehatan.

Diet militer, diet tanah liat, dan diet cookies adalah beberapa diantara diet penurunan berat badan yang esktrem. Begitu juga dengan diet yang dirangkum Womens Health Mag (10/10) berikut.

6. Diet udara

Foto: iStock/Womens Healt Mag
Diet yang satu ini begitu aneh. Diet udara mengharuskan seseorang memegang garpu kosong lalu berpura-pura seolah sedang menyantap makanan tinggi kalori. Padahal tak sedikitpun makanan nikmat tersebut masuk ke mulut. Ahli gizi Rebecca Scritchfield mengatakan diet udara membuat seseorang alami gangguan makan, kekurangan asupan kalori, hingga menurunnya metabolisme.

Scritchfield menambahkan, "Ngidam makanan justru bertambah ketika seseorang mencoba menghindari konsumsi makanan tertentu. Ujungnya Anda akan merasa menyesal dengan keputusan yang dibuat." Kalau ngidam makanan manis, sebaiknya segera makan buah untuk dapat energi instan dan menghidrasi tubuh. Kalau mau yang gurih, bisa ngemil kacang atau telur rebus. Makanan ini mengandung campuran protein dan lemak yang membuat kenyang lebih lama.

7. Diet cacing pita

Foto: iStock/Womens Healt Mag
Asumsi diet ini adalah menambahkan cacing pita ke dalam makanan membuat kalori makanan yang disantap tidak terserap. Tetapi ahli gizi Alexandra Caspero tidak menyetujui hal ini. "Penting untuk diketahui cacing pita adalah parasit dan bisa sangat sulit disingkirkan. Tidak ada jaminan juga cacing pita tidak berpindah ke organ tubuh lain yang bisa sebabkan efek samping parah. Seperti lemas, sakit kepala, mual, dan diare.

"Fokuslah makan makanan yang rendah kalori dan tinggi nutrisi seperti buah, sayur, whole grain, dan protein rendah lemak," ujar Caspero.

8. Diet rendah lemak

Foto: iStock/Womens Healt Mag
"Jika Anda fokus menghindari lemak, Anda mungkin berakhir menyantap banyak karbohidrat dan makanan rendah lemak," ujar ahli gizi Jackie Ballou Erdos. Karbohidrat, khususnya karbohidrat olahan seperti roti putih, nasi putih, dan camilan lain, akan cepat dicerna tubuh. Membuat kadar gula darah naik dengan cepat sehingga keinginan makan makanan tinggi karbohidrat kembali muncul. Tak hanya itu, hal ini juga membuat tubuh menyimpan lebih banyak lemak.

Erdos mengungkapkan jangan takut mengonsumsi lemak. Ganti makanan rendah lemak dan yogurt berpemanis dengan yogurt tawar yang ditaburi buah-buahan. Ganti juga saus salad rendah lemak dengan minyak zaitun dan cuka dengan perasan air lemon.

9. Diet alkalin

Foto: iStock/Womens Healt Mag
Diet alkalin mengharuskan seseorang menghindari makanan yang bersifat asam. Termasuk daging sapi, daging ayam, ikan, produk susu, telur, gandum, makanan olahan, dan alkohol. Kabarnya makanan ini membuat tulang rapuh, tubuh mudah terserang penyakit, dan lesu. Sebaliknya, makan makanan yang bersifat basa justru dianjurkan seperti buah, sayur, dan whole grain.

"Ini gila karena semua didasarkan pada klaim yang tidak bersifat ilmiah," jelas Harrington. Menurutnya tubuh secara alami mengatur kadar pH dalam darah. Konsumsi hanya makanan tertentu tidak bisa mengubahnya.

"Satu-satunya yang saya suka dari diet ini adalah menganjurkan banyak konsumsi buah, sayur, dan whole grain. Tetapi Anda tidak mungkin menghindari konsumsi makanan berprotein dan produk susu," tambah Harrington. Menurutnya, nutrisi dalam makanan tersebut penting menjaga tubuh tetap sehat dan membuat penurunan berat badan yang stabil.

10. Diet cookies

Foto: iStock/Womens Healt Mag
Diet cookies menganjurkan pelakunya makan 1 atau 2 cookies setiap 2 jam. Dalam sehari total seseorang makan 9 cookies. Setelah itu, mereka bisa mengonsumsi makanan senilai 500-700 kalori sesuai pilihan. Cara ini dinilai ahli gizi Stephanie Clarke tidak efektif. Menurutnya banyak orang berat badannya bertambah usai berhenti menjalani diet rendah kalor ini.

"Sebaiknya buat daftar kebiasaan buruk apa yang ingin diubah. Misalnya mulai berhenti minum soda. Beri waktu pada diri sendiri selama 1 atau 2 minggu untuk menyesuaikan tiap perubahan. Lanjutkan mengubah kebiasan buruk tersebut hingga Anda merasa nyaman," pungkas Clarke.
Halaman 2 dari 6
(adr/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads