Ini Sebab Ilmiah Mengapa Orang Bisa Begitu Gandrung dengan Makanan Berlemak

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Selasa, 11 Okt 2016 16:43 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Beberapa orang begitu menyukai makanan berlemak. Menurut peneliti ada alasan ilmiah dibalik hal ini.

Rasa gurih pada makanan berlemak seperti keju atau junk food disukai banyak orang. Meski berbagai risiko kesehatan mengancam akibat konsumsinya, banyak orang masih terus memakan makanan tinggi lemak.

Menurut penelitan terbaru, orang-orang yang amat menyukai makanan berlemak bukanlah rakus. Gen orang tersebutlah yang sebabkan hal tersebut.

Hal ini diungkapkan para peneliti di Universitas Cambridge, seperti dilaporkan Independent (10/10). Sebelumnya mereka menemukan orang dengan gen tertentu berkaitan dengan obesitas. Mereka lebih memilih makanan tinggi lemak dibanding makanan tinggi gula.

Ini Sebab Ilmiah Mengapa Orang Bisa Begitu Gandrung dengan Makanan Berlemak


Gen yang dimaksud bernama MC4R. Kabarnya mempengaruhi sekitar 1 dari tiap 1000 orang. Untuk studi terkait, peneliti melibatkan 54 partisipan. Dengan beberapa memiliki gen MC4R, beberapa kurus, dan beberapa lainnya obesitas.

Mereka lalu ditawarkan chicken korma (sejenis kari) dan dessert Eaton Mess. Untuk membuktikan hipotesa orang dengan gen MC4R lebih menyukai makanan tinggi lemak, mereka diberi 3 sampel tiap hidangan dengan kandungan gula dan lemak bervariasi.

Kandungan lemak kari berkisar antara 20-60 persen. Sementara gula pada dessert Eaton Mess berkisar antara 8-54 persen. Setelah itu partisipan bisa memakan menu tersebut sepuasnya.

Hasilnya menunjukkan tidak ada perbedaan nyata dalam jumlah makanan yang dimakan partisipan. Namun 14 orang dengan gen MC4R secara tidak sadar mengonsumsi makanan tinggi lemak (chicken korma) dalam proporsi lebih banyak.

Ini Sebab Ilmiah Mengapa Orang Bisa Begitu Gandrung dengan Makanan Berlemak


Angkanya 95 persen lebih banyak dibanding partisipan bertubuh kurus dan 65 persen lebih banyak dibanding mereka yang obesitas.

Mengenai dessert, partisipan dengan gen MC4R menyukai makanan tinggi gula ini. Tetapi tidak mengonsumsi terlalu banyak dibanding partisipan dalam kelompok lain.

Professor Sadaf Farooqi, neuroscientist dan salah satu penulis penelitian berujar, "Orang-orang tidak bisa menceritakan makanan tersendiri dan itu adalah hal utama. Mereka (partisipan dengan gen MC4R) makan lebih banyak makanan tinggi lemak dan sedikit lebih banyak makanan tinggi gula. Ini menunjukkan otak punya cara tersendiri dalam memenuhi kebutuhan nutrisi."

(adr/odi)