Susu Rusa Kutub dan Susu Kuda, Alternatif Pengganti Susu Sapi di Masa Depan

Annisa Trimirasti - detikFood
Rabu, 05 Okt 2016 06:40 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Produksi susu sapi akan menyusut di masa depan. Susu unta, rusa kutub dan kuda dipertimbangkan sebagai pengganti.

Salah satu produk susu paling terkenal adalah keju, yang semakin mudah dibuat saat kandungan lemak dan padatan dalam susu tinggi. Susu paus memiliki dua kriteria tersebut. Sayangnya karena masa menyusuinya hanya sekali dalam setahun, jarang digunakan.

Susu Rusa Kutub dan Susu Kuda, Alternatif Pengganti Susu Sapi di Masa DepanSusu Rusa Kutub dan Susu Kuda, Alternatif Pengganti Susu Sapi di Masa Depan

Dilansir dari munchies.vice.com (3/10/16) , Dr Young W Park, profesor ilmu makanan menyebarkan berbagai alternatif susu selain sapi. Idenya dituangkan dalam bukunya, 'Handbook of Milk Non-Bovine Mamalia'. Ada 10 jenis susu yang layak dikonsumsi manusia, yaitu susu kambing, domba, kerbau, mares, unta, yaks, rusa kutub, sow, llama dan manusia.

Disebutkan, susu llama memiliki 2,5% gula lebih banyak dari susu sapi dan susu anjing laut adalah susu paling berlemak diantara mamalia yaitu 53%. Park menyarankan sebaiknya manusia mengonsumsi susu dari hewan sekelilingnya bukan hanya sapi.

Susu Rusa Kutub dan Susu Kuda, Alternatif Pengganti Susu Sapi di Masa DepanSusu Rusa Kutub dan Susu Kuda, Alternatif Pengganti Susu Sapi di Masa Depan

Karena sapi kebanyakan diternakkan di barat atau negara maju dimana cuaca, kondisi, dan terknologi tersedia dengan baik. Selain itu, efek rumah kaca sapi cukup signifikan. Berupa 150 milyar gallon (576 milyar liter) metan per hari.

Park memberikan beberapa pilihan seperti kuda, yang diklaim lebih baik dari susu sapi untuk bayi. Di daerah Asia bagian perbatasan China dan Kazakhstan, susu kuda adalah makanan pokok, dikonsumsi mentah atau difermentasi.

Mereka bahkan dibesarkan dengan susu kuda dan tidak menganggap susu sapi lezat. Susu kuda juga punya banyak manfaat kesehatan seperti obat tuberkulosis, hepatitis dan maag kronis.

Susu ini juga punya kandungan laktosa mirip susu sapi. Sedangkan susu rusa kutub yang dikonsumsi di utara Norwegia dan Swedia. Susu ini dapat diminum langsung, diencerkan, atau difermentasi.

Kandungan laktosa susu ini rendah dan cocok untuk alergi laktosa. Susu ini bersifat anti diare dan mudah dibuat menjadi keju karena cepat mengental, elastis hampir seperti adonan. Rasanya juga enak dan jelas berbeda dengan keju sapi kambing atau domba.

Susu Rusa Kutub dan Susu Kuda, Alternatif Pengganti Susu Sapi di Masa DepanSusu Rusa Kutub dan Susu Kuda, Alternatif Pengganti Susu Sapi di Masa Depan

Adalagi susu unta yang disebut memiliki antivirus diare mematikan dan mengobati sakit campak dan gondok serta hepatitis dan TBC. Susu ini banyak diminum di India dan Libya. Dari bukan keluarga sapi, ada Yak yang kandungan lemak susunya 2 kali sapi. Biasa diminum di Tibet. Bahkan industrinya juga berkembang dan menghasilkan pendapatan yang menguntungkan.

Terakhir, susu yang paling disarankan oleh Park adalah susu kambing. Ini susu yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Susu ini lebih mudah dicerna dan lebih tinggi vitamin A. Kambing juga lebih mudah beradaptasi, dapat bertahan di berbagai lingkungan dari gurun sampai gunung es serta jejak karbonnya lebih rendah daripada sapi. (odi/odi)