Konsentrasi minyak ikan yang rendah dalam darah serta kurangnya aktivitas fisik dapat berkontribusi terhadap tingginya depresi atau stres. Salah satu pekerjaan yang memilik risiko stres yang tinggi adalah tentara.
Dilansir dalam Boldsky (27/09), kandungan minyak ikan sangat penting bagi tentara. Hal ini dikarenakan pelatihan yang konsisten dan resimen fisik yang dilakukan saat tempur berisiko alami cedera otak traumatis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
"Kami melihat bagaimana tingkat aktivitas fisik dan ukuran kinerja yang berkaitan dengan mood. Apa yang kami temukan adalah penurunan aktivitas fisik dan konsentrasi minyak ikan dan omega 3 dalam darah semuanya terkait dengan suasana hati," tutur Richard Kreider, peneliti di Texas A and M University.
Penelitian ini berasal dari penelitian yang meneliti kadar asam lemak omega 3 dari tentara yang bunuh diri dan dibandingkan dengan kontrol (non bunuh diri). Hasilnya ditemukan rendahnya omega 3 dalam darah dikaitkan dengan peningkatan risiko berada di kelompok bunuh diri.
Menurut para peneliti, temuan ini dilakukan untuk mengatasi beberapa masalah yang dihadapi para tentara. "Kesehatan mental para tentara merupakan masalah serius dan menarik untuk dipertimbangkan, bahwa diet yang tepat dan olahraga mungkin memiliki dampak langsung pada peningkatan ketahanan," jelas Nicholas Barringer, peneliti di Texas A and M University.
![]() |
"Anggota militer menggunakan beberapa latihan, gizi dan pekerjaan yang berhubungan dengan kinerja kami dan temuan dapat membantu mengidentifikasi tentara yang berisiko untuk depresi ketika mereka kembali ke medan tempur," tambah Kreider.
Studi ini menyebutkan bahwa dengan rutin konsumsi omega 3 dapat membantu tentara untuk bekerja lebih fokus dan membantu lawan stres. Studi ini tidak saja diperuntukan untuk tentara, tapi juga untuk masyarakat umum. (lus/odi)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN