Serat Larut dalam Jagung Dapat Cegah Kerapuhan Tulang pada Wanita

Serat Larut dalam Jagung Dapat Cegah Kerapuhan Tulang pada Wanita

Lusiana Mustinda - detikFood
Senin, 29 Agu 2016 09:20 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Studi terbaru menemukan bahwa jagung berkhasiat untuk tulang. Kandungan serat larut di dalamnya bisa bantu cegah kerapuhan tulang.

"Kami mencari manfaat serat larut yang berkaitan dalam proses cerna di usus untuk membangun tulang sehat pada wanita dewasa. Hal ini dikarenakan wanita dewasa hingga tua rentan alami patah tulang atau biasa disebut dengan osteoporosis," tutur Profesor Connie Weaver dari Purdue University dalam NDTV (24/08).

Serat larut dalam jagung bekerjasama dengan prebiotik membantu tubuh lebih optimal dalam memanfaatkan penyerapan kalsium. Weaver juga menemukan bahwa serat larut pada jagung akan dipecah menjadi asam lemak rantai pendek untuk membantu kesehatan tulang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dalam studi pasca menopause, retensi kalsium 14 wanita dewasa diukur dengan menggunakan isotop. Alat untuk mengukur eksresi 41Ca atau seberapa banyak seseorang alami kerapuhan tulang.

Dalam penelitian ini wanita mengonsumsi 0 gram, 10 gram dan 20 gram serta larut jagung selama 50 hari.

Hasilnya, retensi tulang kalsium untuk wanita yang tidak konsumsi jagung hanya sebesar 4,8 persen. Sedangkan 7 persen untuk mereka yang mengonsumsi jaging sebanyak 10 gram dan 20 gram.

"Jika diproyeksikan untuk satu tahun, ini akan melawan rata-rata tingkat kehilangan tulang pada wanita pasca menopause," tutur Weaver.


Dalam studi remaja, 31 gadis mengonsumsi 0 gram, 10 gram dan 20 gram serat larut karbohidrat jagung setiap hari selama tiga minggu. Mereka tetap menjaga pola makan rutinnya.

Remaja wanita yang mengonsumsi 10 gram dan 20 gram menyebabkan penyerapan tingkat kalsium 12 persen. Asupan ini akan membangun tulang 1,8 persen lebih baik dalam setahun.

"Kami menemukan prebiotk ini dapat membantu orang sehat dengan menggunakan mineral lebih baik sehingga dapat mendukung kesehatan tulang," jelas Weaver.

Temuan pasca-menopause dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition, dan temuan remaja ada dalam Journal of Nutrition.

(adr/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads