Ditambah Aroma Junk Food, Makanan Sehat Jadi Lebih Menarik Selera

Aisyah Kamalia - detikFood Jumat, 26 Agu 2016 15:10 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Rasa gurih junk food bikin orang ketagihan. Karenanya peneliti memakai aroma junk food untuk membuat makanan sehat lebih menarik.

Makin banyak negara di dunia memusuhi junk food. Jika disuruh memilih salad kale dan ayam goreng, pastilah orang lebih suka ayam goreng. Bagaimana jika kale dengan aroma ayam goreng?

Inilah yang dilakukan oleh peneliti Prancis. Hasil penelitian mereka dipresentasikan di American Chemical Society. Thierry Thomas-Danguin pemimpin tim dari French National Institute for Agricultural Research's Center for Taste anda Feeding Behavior mengungkap alat temuannya. Alat diisi dengan Chromatograph-Olfactometry Associated Taste, atau GC-OAT.

Dikutip dari bustle.com (26/8/16), menurut hasil penelitian, aroma masakan yang sarat gula, lemak atau garam akan yang membentuk persepsi rasa yang enak.


Untuk membuktikan hal itu, para peneliti melakukan serangkaian eksperimen pasa responden. Mereka memberikan aroma jus jeruk melalui perangkat yang disebut olfactoscan yang akan memberikan uap beraroma harum.

Kemudian, mereka menambahkan molekul aroma lainnya, sesekali untuk menentukan bagaimana aroma itu mengubah persepsi responden.

Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa dengan menambahkan aroma tertentu ke jus buah, responden menjadi percaya bahwa jus tersebut jauh lebih manis dari jus lainnya yang tersedia. Padahal keseluruhan sampel jus buah memiliki rasa yang sama.

Sebelumnya, Thomas-Danguin melakukan percobaan serupa dengan menambahkan bau ham ke flan atau pie. Dalam penelitian ini, para responden melaporkan bahwa flan yang telah dibuat dengan 40 persen lebih sedikit garam terasa sama dengan versi flan yang bergaram lebih banyak ketika ditambahkan dengan bau ham.


Percobaan ini menunujukkan bahwa persepi akan makanan yang tinggi gula, garam dan lemak tidak akan terpengaruh dengan tambahan aroma. Makan asin tidak terasa lebih asin. Tetapi makanan yang rendah garam akan menjadi terasa lebih asin dengan tambahan aroma asin.

Paul Wise dari Monell Chemical Sciences Center menyatakan, hal ini terjadi karena otak kita terhubung dengan aroma dan selera tertentu secara bersamaan.

"Kesimpulan tersebut datang dari konsep yang telah tertanam dari rasa dan bau yang sama terdahulu pada suatu masakan atau minuman," ungkapnya.

Ia menyarankan untuk memakai aroma pada makanan yang disebut makanan sehat menjadi lebih menarik rasanya. Tanpa menambah garam atau gula, orang akan menikmatinya sebagai makanan yang cukup asin dan manis. Karena aroma telah memanipulasi persepsinya.

Dengan strategi ini orang tetap merasa makan enak tanpa tambahan bahan kurang sehat. Sambil menanti alat GC-OAT dipasang di rumah, Anda bisa mulai memakai bahan alami seperti wine vinegar atau sherry untuk memperkaya aroma makanan.

(adr/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com