Konsumsi Kedelai Mampu Cegah Diabetes pada Wanita yang Alami Gangguan Hormon

Konsumsi Kedelai Mampu Cegah Diabetes pada Wanita yang Alami Gangguan Hormon

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Senin, 15 Agu 2016 19:41 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Peneliti temukan manfaat baru dari rutin makan kedelai. Pada wanita dengan gangguan hormon kesuburan, kedelai mampu cegah risiko diabetes dan penyakit jantung.

NDTV (5/8) melaporkan tim peneliti Universitas Kashan di Iran fokus melihat peranan isoflavon yang ditemukan dalam kedelai pada wanita dengan Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). PCOS merupakan gangguan hormon yang menjadi sebab utama kemandulan karena munculkan pembesaran ovarium serta pertumbuhan kista di tepi rahim.



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peneliti menjelaskan wanita dengan PCOS memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan lain termasuk diabetes dan penyakit jantung. "Studi ini mengindikasikan konsumsi isoflavon dari kedelai secara rutin mampu meningkatkan sistem metabolik dan kesehatan kardiovaskular wanita dengan PCOS," ujar Zatollah Asemi.

Temuan ini mengungkap ada peningkatan tanda biologis yang merefleksikan seberapa efektif tubuh partisipan menggunakan insulin untuk memroses gula. Isoflavon kedelai diketahui menurunkan kadar sirkulasi insulin dalam darah. Juga mencegah resistensi insulin yang sebabkan diabetes tipe 2.

Lebih jauh lagi, konsumsi kedelai atau produk olahannya mampu kurangi kadar testosteron, kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida, serta lemak dalam darah.



PCOS merupakan gangguan hormon yang paling banyak terjadi di kalangan wanita yang sudah tidak produktif. Sehubungan tubuh yang tidak lagi mampu memproduksi hormon testosteron dan hormon androgen lainnya.

Akibatnya, periode menstruasi wanita jadi tak teratur, kemandulan, berat badan naik, muncul jerawat, kelebihan rambut di badan dan wajah, atau kebotakan.

Dalam studi yang dipublikasikan di Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism ini, tim peneliti melibatkan 70 wanita berusia antara 18 hingga 40 tahun sebagai partisipan. Setengah dari mereka mengonsumsi 50 mg suplemen isoflavon kedelai per hari selama hari 12 minggu. Sedangkan setengahnya lagi hanya menerima plasebo. (msa/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads