NDTV (5/8) melaporkan tim peneliti Universitas Kashan di Iran fokus melihat peranan isoflavon yang ditemukan dalam kedelai pada wanita dengan Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). PCOS merupakan gangguan hormon yang menjadi sebab utama kemandulan karena munculkan pembesaran ovarium serta pertumbuhan kista di tepi rahim.
![]() |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Temuan ini mengungkap ada peningkatan tanda biologis yang merefleksikan seberapa efektif tubuh partisipan menggunakan insulin untuk memroses gula. Isoflavon kedelai diketahui menurunkan kadar sirkulasi insulin dalam darah. Juga mencegah resistensi insulin yang sebabkan diabetes tipe 2.
Lebih jauh lagi, konsumsi kedelai atau produk olahannya mampu kurangi kadar testosteron, kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida, serta lemak dalam darah.
![]() |
PCOS merupakan gangguan hormon yang paling banyak terjadi di kalangan wanita yang sudah tidak produktif. Sehubungan tubuh yang tidak lagi mampu memproduksi hormon testosteron dan hormon androgen lainnya.
Akibatnya, periode menstruasi wanita jadi tak teratur, kemandulan, berat badan naik, muncul jerawat, kelebihan rambut di badan dan wajah, atau kebotakan.
Dalam studi yang dipublikasikan di Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism ini, tim peneliti melibatkan 70 wanita berusia antara 18 hingga 40 tahun sebagai partisipan. Setengah dari mereka mengonsumsi 50 mg suplemen isoflavon kedelai per hari selama hari 12 minggu. Sedangkan setengahnya lagi hanya menerima plasebo. (msa/odi)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN