Pisang memiliki reputasi baik karena tinggi kalium. Tidak hanya itu, pisang juga kaya serat dan magnesium. Semua baik dalam mengurangi lelah dan membuat kesehatan jantung lebih baik.
Menurut Dr. Daryl Gioffre, pembuat diet AlkaMind dari Amerika Serikat, buah ini dikatakan punya kandungan gula tinggi dan bisa merusak diet.
![]() |
Tanpa menyeimbangkan sarapan pisang dengan suatu lemak sehat, maka banyak manfaat pisang akan hilang. Sementara terjadi lonjakan gula darah dan asam, tambahnya.
Dr. Gioffre mengatakan itu terjadi karena pisang bersifat asam. Konsumsinya tidak cukup untuk membuat Anda bertahan sampai siang.
"Mereka memberi Anda energi dengan cepat, tapi kemudian Anda akan merasa lelah dan lapar," tuturnya seperti dilansir dari Metro.co.uk (13/08).
Ini perasaan yang sama seperti saat seseorang mengasup makanan tinggi gula. Karena itu Dr. Gioffre menyebut pisang sebagai "permen alami".
"Ketika gula dikonsumsi dalam bentuk apapun, ini mengalami proses fermentasi, seperti bird dan wine, kemudian berubah jadi asam dan alkohol dalam tubuh Anda. Ini menyumbat sistem pencernaan Anda," jelasnya.
Dr. Gioffre menyarankan jika ingin merasa berenergi, berat badan terjaga dan menjauhi keinginan makan berlebih, maka jangan makan pisang saja atau pisang tidak disantap setelah makan. Sebab bisa membuat lonjakan gula darah. Pada akhirnya membuat Anda ingin makan, lelah, berat badan bertambah, peradangan dan masih banyak lagi.
Meski begitu, Dr. Gioffre tetap memperbolehkan makan pisang. Tapi kombinasikan dengan lemak sehat, rempah atau herba yang bisa menetralkan asam. Sekaligus memperlambat metabolisme gula dan mencegah lonjakan insulin.
![]() |
"Karena pisang bersifat asam, Anda harus menetralkan asamnya guna mendapat manfaat kalium, serat dan magnesium tanpa mengalami sugar rush," pungkas Dr. Gioffre. (lus/odi)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN