Mana yang Lebih Sehat, Sayuran dan Buah Segar, Rebus atau Kalengan?

Mana yang Lebih Sehat, Sayuran dan Buah Segar, Rebus atau Kalengan?

Annisa Trimirasti - detikFood
Kamis, 04 Agu 2016 10:04 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Sayuran dan buah dibutuhkan tubuh. Tetapi, apakah dalam bentuk segar, dimasak atau kalengan?

Agar awet nutrisinya, rasanya tetap enak dan tekturnya tak berubah, sayuran dan buah diproses dengan cara direbus, dikalengkan atau dikeringkan.

Masing-masing proses akan berdampak pada kandungan nutrisi, rasa, aroma dan tekstur. Mana yang terbaik dikonsumsi? Coba pelajari dulu kelebihan masing-masing proses ini,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Dimasak

Memasak makanan bisa membuat sejumlah nutrisinya hilang. Namun tidak berarti proses pemasakan buruk. Kadang justru diperlukan seperti pitokimia lycopene dan vitamin yang larut dalam lemak menjadi lebih mudah diserap oleh tubuh.

Proses memanggang dan menumis adalah pilihan terbaik untuk mengurangi vitamin C, B dan fenol hilang pada saat dimasak. Tetapi merebus, membakar tidak berdampak banyak.

Sebaiknya tidak memasak sayuran terlalu lama dan masaklah dengan api kecil. Hal ini akan membuat sayuran renyah sehingga dan kandungan nutrisinya awet.

2. Makenan kalengan


Makanan kalengan memang dipanaskan pada temperatur tinggi untuk menghilangkan mikroorganisme yang membahayakan sehingga kehilangan vitamin C. Tetapi vitamin C itu akan ditambahkan kembali dalam bentuk asam askorbat sebagai pengawet. Selain itu, makanan kalengan lebih murah dibanding makanan yang dibekukan atau makanan segar.

Hindari konsumsi gula berlebihan, pilihlah buah kalengan dengan sedikit sirup atau 100 persen buah asli. Untuk mengurangi sodium, bilas sayuran kalengan dengan air bersih sebelum dikonsumsi atau dicampur dengan bahan lainnya.

3. Buah kering


Buah yang dikeringkan merupakan sumber nutrisi seperti potassium dan serat yang baik. Karena hampir semua cairan sudah hilang. Tetapi ingat, buah yang dikeringkan tinggi kalori. Secangkir kismis punya lebih banyak kalori dari daripada 1 cangkir anggur. Jadi pastikan Anda makan dalam ukuran porsi yang dianjurkan untuk kebutuhan harian.

4. Dibekukan


Makanan dibekukan agar nilai gizinya tidak hilang dan dapat bertahan lama. Dalam proses pembekuan, makanan seringkali dilansir sebelum dibekukan. Hal ini untuk menghentikan aktivitas enzim yang secara alami akan mempengaruhi rasa, nutrisi dan kualitas makanan.

Proses blansir akan mempengaruhi nutrisi seperti saat dimasak tapi pembekuan akan mengembalikan nutrisinya. Makanan beku juga dapat bertahan lebih lama. Buah yang dibekukan pada temperatur rendah dapat disimpan selama 1 tahun dan sayuran dapat disimpan selama 18 bulan.

5. Produk segar


Makanan segar jelas lezat dan bernutrisi. Tetapi harus segera dikonsumsi atau simpan pada tempat yang sesuai jika tidak ingin kehilangan nutrisi. Makin lama makanan segar akan kehilangan vitamin B dan C bahkan tanpa dimasak.

Kualitas sayuran dan makanan segar dipengaruhi oleh lokasi daerah, kualitas tanah, serta lamanya waktu panen dan waktu simpan setelah panen.

Pada akhirnya, semua bentuk makanan menyehatkan.Konsumsi bervariasi dan bergantian untuk mendapatkan asupan nutrisi maksimal.

(adr/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads