Trampil Masak Membuat Orang Lebih Mudah Konsumsi Makanan Sehat

Lusiana Mustinda - detikFood Kamis, 21 Jul 2016 15:07 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Kursus memasak yang diluncurkan oleh celebrity chef Jamie Oliver telah dipuji ilmuwan. Menurut hasil temuan, pintar memasak memudahkab orang konsumsi makanan sehat.

Dikutip deri Independent (20/07) sebuah laporan telah menemukan bahwa orang yang mengambil bagian dalam Oliver Ministry of Food telah meningkatkan konsumsi buah dan sayuran yang mereka makan. Selain itu, mulai mengurangi makanan ringan yang kurang sehat dan lebih percaya diri saat memasak.

Oliver mengatakan bahwa penelitian ini menunjukkan bahwa ajaran orang untuk memasak benar-benar bekerja dan membuat perbedaan besar.

Ahli gizi mengatakan bahwa temuan yang diterbitkan dalam Journal Public Health Nutrition menunjukkan orang akan membuat pilihan makanan sehat jika mereka dibantu untuk meningkatkan keterampilan memasak dengan pendekatan dasar.

Oliver telah meluncurkan kursus Ministry of Food pada tahun 2008. Kursus ini dibuat untuk membantu orang belajar mempersiapkan makanan lezat serta makanan bergizi dengan berapapun anggaran yang mereka miliki.

Hampir 800 orang telah mengambil bagian dalam program delapan minggu yang berpusat di Leeds Kirkkgate Market antara tahun 2010 dan 2014. Mereka disurvei sebelum dan segera setelah kursus. Para peneliti dari University of Leeds meneliti kembali pada 500 orang peserta enam bulan kemudian.

Dan mereka menemukan bahwa rata-rata jumlah buah dan sayuran yang dikonsumsi setiap hari pada peserta meningkat dari 2,7 sebelum program menjadi 3,4 setelah program dan menjadi 4,1 setelah enam bulan.

Sedangkan jumlah makanan ringan yang dikonsumsi per hari turun dari 2 sebelum kursus menjadi 1,7 setelah kursus dan 1,1 setelah enam bulan kemudian.

Para peserta juga melaporkan mendapatkan keuntungan yang signifikan dalam hal tingkat mereka memasak. "Ministry of Food bagi saya selalu tentang pemberdayaan masyarakat dan memberi mereka pengetahuan dan kepercayaan diri untuk diri sendiri dan makanan keluarga lebih baik," jelas Oliver dalam Daily Mail (20/07).

Keindahan itu adalah tentang orang-orang lokal yang membantu mengolah makanan lokal yang segar, lezat, bergizi dan tidak mahal.

Janet Cade, profesor epidemiologi gizi di University of Leeds mengatakan bahwa sekolah ilmu pangan dan gizi menunjukkan Ministry of Food mendorong perubahan jangka pendek dalam kebiasaan makan yang dapat dipertahankan dan ditingkatkan periodenya agar lebih lama.

"Di Inggris telah terjadi penurunan keterampilan memasak sejak 1950-an. Makanan homemade telah berganti dengan makanan siap saji. Kurangnya kemampuan memasak, ditambah akses makanan siap saji dan berkalori tinggai yang mudah dijangkau telah berkontribusi terhadap peningkatan jumlah obesitas," tambah Cade.

"Studi kami menunjukkan bahwa jika Anda membantu orang meningkatkan keterampilan memasak, menggunakan bahan dasar dan keyakinan mereka dalam ketrampilan ini maka mereka mungkin akan mudah memilih makanan sehat," pungkas Cade. (lus/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com