Lemak Juga Bisa Kurangi Risiko Kanker Payudara, Diabetes dan Penyakit Jantung

Lemak Juga Bisa Kurangi Risiko Kanker Payudara, Diabetes dan Penyakit Jantung

Lusiana Mustinda - detikFood
Rabu, 20 Jul 2016 10:37 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Tak semua jenis lemak bisa timbulkan penyakit. Pola makan Mediterania dengan asupan lemak sehat ternyata bisa bantu kurangi risiko penyakit serius.

Ada beragam jenis lemak. Lemak yang sehat bukan berasal dari daging ataupun kentang goreng dan burger yang dipadukan dengan mentega. Tapi, lemak sehat banyak ditemukan pada bahan makanan sehat seperti ikan, kacang-kacangan, alpukat dan minyak zaitun.

Menurut laporan yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine pada Senin lalu (18/7), diet Mediterania tanpa pembatasan asupan lemak dapat melindungi tubuh terhadap kanker payudara, diabetes dan serangan jantung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak masalah untuk mengonsumsi lemak sehat hingga 40 persen dari kebutuhan kalori harian Anda," tutur Dr Hanna Bloomfield, selaku peneliti utama kepada The Daily News (19/07).

Bukti penelitian dikumpulkan selama 50 tahun terakhir untuk menentukan bahwa diet Mediterania tinggi lemak dikaitkan dengan jumlah kematian akibat kanker yang lebih rendah. Termasuk kanker payudara, kolorektal dan kanker paru-paru dibandingkan dengan diet lainnya.

Diet ini juga dikaitkan dengan menurunkan risiko diabetes dan penyakit kardiovaskular.

"Anda perlu memasak dengan minyak zaitun atau canola, membatasi asupan daging merah beberapa kali seminggu, menahan diri dari produk dengan tambahan gula atau karbohidrat olahan dan mensuplemen tubuh dengan konsumsi lebih banyak buah-buahan, sayuran, biji-bijian dan kacang-kacangan," jelas Dr Bloomfield.

Dari studi Harvard yang diterbitkan pekan lalu, disebutkan bahwa konsumsi sejumlah lemak tak jenuh bisa membantu perpanjang usia. Dan mengurangi lemak jenuh atau lemak trans seperti mentega dan lemak babi dengan minyak zaitun, canola dan minyak kedelai dapat menurunkan risiko kematian secara keseluruhan hingga 19 persen.

Para peneliti tidak tahu secara persis mengapa lemak sehat bisa jadi peluru ajaib. "Mungkin karena mengandung efek anti-inflamasi," pungkas Dr Bloomfield. (lus/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads