Ini Sebabnya Pare dan Daun Pepaya yang Pahit Sangat Baik untuk Kesehatan

Lusiana Mustinda - detikFood Sabtu, 16 Jul 2016 10:22 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
FOKUS BERITA Ayo Makan Sayuran
Jakarta - Makanan dengan rasa pahit seperti pare dan pepaya ternyata punya banyak manfaat. Sebenarnya nutrisi apa saja yang ada di dalamnya?

Paria atau pare, disebut juga bitter melon atau bitter gourd berasal dari keluarga Momordica Charantia. Sayuran berbentuk bulat panjang runcing memiliki rasa yang pahit. Rasa pahit ini disebabkan karena kandungan zat gizi quinine.

"Quinine merupakan alkaloid yang bersifat anti peretik (penawar panas), anti malaria dan juga analgesik (penawar sakit) alami," tutur Jansen Ongko, MSc, RD, pakar gizi.

Pare mengandung kalori rendah. Dalam 100 gram pare hanya mengandung 17 kalori. "Tidak hanya kaya akan fitonutrisi, kandungan gizi lain pada pare juga memiliki berbagai manfaat seperti serat, folat, vitamin C hingga flavonoid," tambah Jansen kepada detikFood (14/07).



Serat dapat membantu menstabilkan kadar gula darah. Sumber folat sangat baik untuk ibu hamil karena dapat mencegah risiko cacat tabung saraf pada bayi yang baru lahir.

Antioksidan berupa vitamin C yang terkandung dalam pare dapat menangkal radikan bebas. Ada juga flavonoid seperti karoten, lutein dan zeaxanthin yang dapat cegah penuaan, kanker, diabetes serta berbagai penyakit lain.

Bila dikonsumsi secara rutin, pare juga dapat mencegah sembelit dengan cara melancarkan gerak peristaltik pada saat memproses makanan. Tak ketinggalan pare juga bermanfaat untuk kesehatan kulit dan rambut serta membantu penurunan berat badan.

Selain pare, ada satu jenis sayuran hijau yang memiliki rasa pahit yaitu daun pepaya. Menurut ahli gizi lulusan California State University ini rasa pahit daun pepaya dihasilkan dari zat alkaloid yang berupa papain.



"Walau pahit, enzim papain juga bermanfaat bagi kesehatan seperti anti kanker, menghambat pertumbuhan bakteri, meningkatkan sistem imunitas tubuh, anti malaria, pencegah demam berdarah, mengurangi nyeri haid, membantu pencernaan, tingkatkan trombosit, mencegah katarak serta terhindar dari masalah paru-paru seperti emfisema," ujar Jansen.

Di negara Asia, pare sering diolah dengan cara direbus, ditumis, untuk campuran sup dan salad. Tergolong sayuran murah karena mudah ditanam dan didapat dari kebun di pekarangan. Sebaiknya pare dan daun pepaya dikonsumsi tiap hari untuk khasiat hebatnya. (msa/odi)
FOKUS BERITA Ayo Makan Sayuran
Galeri Foto
Video