Enzim yang Terkandung dalam Nanas Bisa Bantu Atasi Diare

Enzim yang Terkandung dalam Nanas Bisa Bantu Atasi Diare

Lusiana Mustinda - detikFood
Kamis, 07 Jul 2016 13:45 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Selain mengandung vitamin C, nanas ternyata juga memiliki enzim yang dapat menekan perkembangan bakteri berbahaya pada usus.

Nanas menjadi salah satu buah eksotis dan biasa disajikan dalam bentuk potongan buah segar, campuran koktail buah atau puding.

Ilmuwan asal Australia menemukan enzim yang ada dalam nanas dapat sembuhkan diare. Kandungan enzim bromelain membuat bakteri sulit untuk menempel pada dinding usus. Diharapkan, hal ini dapat menjadi pengobatan alternatif untuk antibiotik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para ilmuwan percaya, enzim yang ditemukan dari batang hingga akar dari buah ini bisa membantu dalam melawan bakteri yang resisten terhadap obat.


Bakteri yang resisten terhadap antibiotik diperkirakan dapat membunuh hingga 10 juta orang per tahun pada tahun 2050. Menciptakan cara baru membunuh bakteri merupakan tantangan besar bagi komunitas ilmiah.

Kini, para ilmuwan Australia telah menemukan bahwa enzim yang ditemukan dalam buah nanas dapat menyembuhkan diare pada anak babi. Temuan ini bisa sangat penting, karena manusia dan babi sangat mirip dalam hal anatomi dan fisiologi.

Rob Pike, seorang ahli biokimia di Latrobe University di Melbourne, Australia mengatakan bahwa enzim yang digunakan untuk mengobati anak babi mungkin saja bisa bekerja dengan baik pada manusia.

"Penggunaan sembarangan antibiotik telah mengakibatkan bakteri resisten," jelas Pike dalam Daily Mail (24/06).

"Dan ini akan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesehatan," tambah Pike.


Enzim pada nanas ini bisa jadi alternatif untuk melawan bakteri yang resisten terhadap obat. "Saya percaya ini adalah cara baru untuk pengobatan diare," tutur Profesor Pike.

Enzim bromelain pertama kali ditemukan pada tahun 1930-an. "Sekarang orang menganggap bahwa antibiotik sebagai salah satu obat mujarab dan kita perlu sesuatu untuk menggantikannya," ujar Pike.

Anatara Lifesciences telah melakukan uji coba pada hewan dan sedang mengembangkan pengobatan alternatif dengan Profesor Pike dan rekannya Lakshmi Wijeyewickrema.

(adr/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads