Aliran Listrik Dapat Dipakai untuk Kurangi Kadar Lemak Cokelat

Aliran Listrik Dapat Dipakai untuk Kurangi Kadar Lemak Cokelat

Lusiana Mustinda - detikFood
Kamis, 23 Jun 2016 07:47 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Apa hubungan kandungan lemak dan aliran listrik? Suatu perusahaan dapat membuat cokelat dengan versi rendah lemak dengan bantuan listrik.

Dengan menjalankan cokelat cair melalui medan listik, peneliti mampu membuat cokelat mengalir lebih mudah. Hal ini berarti tidak membutuhkan banyak lemak. Mengurangi kandungan lemak dalam cokelat telah menjadi tantangan yang sedang dipelajari di industri cokelat.



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pendekatan baru ini dijelaskan pada Senin (20/06) oleh para peneliti di Temple University di Philadelphia. Mereka mencatat dalam sebuah makalah yang dirilis oleh Prosiding National Academy of Sciences bahwa selama produksi, cokelat dibentuk menjadi cairan yang mengandung padatan seperti kakao tersuspensi dalam lemak dan minyak.

Sebuah tingkat lemak tertentu yang dibiarkan untuk mengalirkan cukup cokelat untuk diproses. Akan tetapi mereka menemukan medan listrik yang dapat mendorong aliran tersebut dengan fungsi yang sama.

"Menggunakan strategi ini, mampu mengurangi jumlah lemak sekitar 10 persen," tutur, Rongjia Tao, selaku peneliti seperti dilaporkan Fox News (21/06). Tao menambahkan bahwa secara teori, mereka bisa mengurangi lemak dua kali lebih banyak. Medan listrik membuat bola kecil padatan kakao mengumpul dalam rantai yang memungkinkan alirannya lebih mudah.



Sebagian dari penelitian ini mendapat biaya dari perusahaan Mars Chocolate dan Temple memegang peranan paten pada tekniknya. Tao mengatakan ia bisa merasakan ada perbedaan dalam cokelat yang dibuat dengan metodenya, tetapi beberapa orang di lab mengatakan ini memiliki rasa yang lebih baik.

"Tidak ada evaluasi ilmiah tentang bagaimana efek perlakuan ini dapat mempengaruhi rasa dan tekstur. Peneliti perlu menguji apakah cokelat tetap memiliki rasa yang enak setelah melewati proses penyimpanan," ujar Mary Ellen Camire, profesor dari Food Science and Human Nutrition di University of Maine di Orono, yang tidak terlibat dalam proyek ini. (odi/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads