Mengapa Wanita Hamil Harus Minum Banyak Air Putih?

Lusiana Mustinda - detikFood Selasa, 21 Jun 2016 13:15 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Wanita perlu minum banyak air selama kehamilan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan bayi. Air putih juga disebut dapat hindari mual, pusing hingga gangguan pencernaan.

Faktanya, 45-60 persen dari berat badan seorang wanita dewasa terdiri dari air. Selain itu, selama kehamilan tubuh memerlukan 6-8 liter air untuk menjaga kesehatan janin dan juga ibu.

Dikutip dalam NDTV (20/06), inilah beberapa manfaat konsumsi air putih pada ibu hamil.

1. Air sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan janin

Rata-rata, wanita memperoleh sekitar 12 Kg selama kehamilan dan sebagian besar berat badannya adalah cairan. Air tambahan ini ditemukan pada janin (29%), plasenta (6%), cairan ketuban (10%), darah (19%0, rahim dan payudara (14%), lemak (8%) dan cairan ekstraseluler (14%).

Cairan ketuban adalah cairan berwarna jerami yang mengelilingi janin. Asupan air yang cukup berguna untuk mempertahankan volume cairan ini. Volume cairan ketuban adalah prediktor pertumbuhan janin dan menentukan hasil perinatal dan juga melindungi bayi dari trauma mekanik.

2. Produksi ASI
Selama periode laktasi (pasca melahirkan), kebutuhan air meningkat untuk memenuhi tuntutan produksi ASI dan keringat yang berlebihan. Wanita perlu minum tambahan 700 ml air selama menyusui (3,5 sampai 4 liter per hari) untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh. ASI mengandung sekitar 87 persen air sehingga penting minum air putih selama menyusui.

3. Cegah kelelahan dan sakit kepala
Untuk ibu hamil yang banyak melakukan aktivitas di luar rumah sangat membutuhkan konsumsi air. Jika air yang dikonsumsi cukup dapat menjaga kesehatan ibu hamil seperti terhindar dari sakit kepala hingga kelelahan.

4. Risiko kurang air selama hamil
Selama kehamilan, volume darah ibu meningkat yaitu sebesar 30 persen dan volume plasma sebesar 40 persen untuk menjaga perfusi plasenta dan organ maternal lainnya.

Dehidrasi dapat meningkatkan risiko pembentukan gumpalan darah dan persalinan prematur dengan memicu kontraksi rahim. Dehidrasi pada periode pasca persalinan dapat menyebabkan Cortico Venous Thrombosis (CVT) dan bahkan meningkatkan risiko stroke.

Infeksi salurah kemih juga sangat umum terjadi saat hamil. Hal ini terjadi karena perubahan fisiologis tertentu, seperti membesarnya rahim sehingga menekan kandung kemih yang dapat menyebabkan retensi urin dan infeksi.

Selain itu kurangnya konsumsi air dapat sebabkan sembelit pada wanita hamil. Untuk mencegah kebosanan, Anda dapat mengkonsumsi sup, jus buah serta air kelapa. Selain itu, ada juga buah-buahan yang bersifat hidrasi seperti strawberry, anggur, tomat, zucchini dan juga sayuran berdaun hijau. (lus/odi)