Peneliti Sedang Kembangkan Minuman Bersoda untuk Pengobatan Kanker

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Minggu, 12 Jun 2016 12:16 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Selama ini minuman bersoda dicap buruk karena bahayakan kesehatan. Namun peneliti sedang mengembangkan minuman ini untuk tujuan lain.

Dilansir dari Munchies Vice (8/6), temuan terbaru Penelitian Kanker di Inggris dikabarkan bisa mengubah persepsi masyarakat tentang minuman bersoda menjadi lebih baik. Peneliti di Universitas Oxford dan Ulster sedang mengembangkan minuman berisi gelembung oksigen yang membuat tumor lebih bisa menerima efek radioterapi dan kemoterapi.



Menurut rilis yang dikeluarkan Penelitian Kanker, "Beberapa tumor telah belajar beradaptasi lebih keras, berada dalam kondisi kurang oksigen, membuatnya lebih resisten terhadap obat. Ini berarti kemoterapi gagal untuk menembus inti tumor."

Minuman yang sedang dikembangkan peneliti diisi gelembung mikro oksigen yang diharapkan bisa mengoksidasi tumor kembali. Ditujukan agar pengobatan kanker lebih ampuh.

Dr Aine McCarthy, pegawai komunikasi Penelitan Kanker Inggris mengatakan, "Para peneliti telah sukses dengan percobaan tikus di laboratorium. Perlakuan ini masih dalam tahap sangat awal tetapi tikus menunjukkan hasil yang menjanjikan."

Penelitian akan berfokus pada pengobatan kanker pankreas dimana organ secara khusus menghilangkan oksigen dan pengobatan efektifnya masih sangat terbatas. Seperti diketahui, kanker pankreas masuk dalam 5 besar kanker penyebab kematian di Inggris. Tiap tahun 8.700 orang meninggal karenanya.

Berada dekat perut, pankreas memproduksi hormon dan cairan yang dibutuhkan untuk proses pencernaan. Para peneliti akan melihat bagaimana gelembung oksigen berpindah dari perut ke tumor pankreas. Serta mencari tahu apakah minuman ini akan membantu proses perpindahan tersebut.

Saat ini, metode oksidasi tumor pankreas (seperti bernafas dengan oksigen murni atau injeksi cairan berisi oksigen ke area tumor) terbilang efektif tetapi bisa munculkan efek samping termasuk kerusakan sistem paru-paru dan saraf.

Minuman bersoda mungkin memiliki lebih sedikit risiko. Para peneliti berharap hal ini juga berperan dalam pengobatan kanker jenis lain.



McCarthy menambahkan, "Idealnya, ketika Anda menjalani salah satu jenis pengobatan, Anda berharap ini juga bisa bermanfaat untuk kanker jenis lain. Minuman ini bisa mengobati kanker jenis lain, tetapi sulit untuk meyakini pada tahap ini karena minuman belum melewati uji coba pada manusia."

Meski belum terbukti benar bermanfaat pada manusia, minuman soda sebagai alternatif pengobatan kanker merupakan hal baru dan dianggap baik. (msa/odi)