Diet Rendah Garam Terbukti Hanya Efektif untuk Penderita Tekanan Darah Tinggi

Diet Rendah Garam Terbukti Hanya Efektif untuk Penderita Tekanan Darah Tinggi

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Selasa, 31 Mei 2016 10:10 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Banyak orang menjalani diet rendah garam untuk menghindari tekanan darah tinggi. Padahal diet ini tidak efektif untuk semua orang. Hanya mereka yang hipertensi saja yang perlu menjalaninya.

Temuan tersebut terungkap dalam studi Population Health Research Institute (PHRI) Universitas McMaster dan Pusat Kesehatan Hamilton di Ontario, Kanada. Peneliti melihat hubungan antara konsumsi garam dan kematian serta penyakit jantung dan stroke pada mereka yang mengalami tekanan darah tinggi dan yang tekanan darahnya normal.

Hasilnya, terlepas dari apakah seseorang mengalami tekanan darah tinggi, diet rendah garam berhubungan dengan serangan jantung, stroke, dan kematian yang lebih banyak dibanding mereka yang mengonsumsi garam dalam jumlah rata-rata.

"Temuan ini amat sangat penting bagi mereka yang menderita tekanan darah tinggi," ujar Andrew Mente, pemimpin studi dari PHRI seperti dikabarkan Science Daily (21/05).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, "Sementara data kami menyoroti pentingnya mengurangi asupan garam pada penderita tekanan darah tinggi, hal ini tidak berlaku untuk mereka dengan asupan garam rendah. Temuan ini penting karena menggarisbawahi diet rendah garam paling baik untuk mereka yang hipertensi yang asupan garamnya juga tinggi."

Asupan garam masyarakat Kanada berkisar antara 3.5 dan 4 gram per hari. Sementara itu, beberapa panduan makan menyebut garam sebaiknya hanya dikonsumsi 2.3 gram per hari. Jumlah ini 5% lebih rendah dibanding konsumsi rata-rata masyarakat Kanada dan orang-orang di seluruh dunia.

Penelitian sebelumnya menunjukkan dibanding konsumsi garam dalam jumlah rata-rata, diet rendah garam berhubungan dengan peningkatan risiko kardiovaskular dan kematian. Meski kondisi ini berhubungan dengan tekanan darah rendah.

Studi terbaru Mente dan kawan-kawan ini menunjukkan risiko sehubungan asupan garam rendah, kurang dari 3 gram per hari , konsisten pada tiap orang tanpa memandang status hipertensi. Lebih jauh lagi, temuan mengungkap bahaya terkait asupan garam tinggi tampaknya terbatas hanya untuk mereka yang hipertensi.

Faktanya hanya sekitar 10% populasi studi global yang memiliki hipertensi dan konsumsi tinggi garam (lebih dari 6 gram per hari). Mente mengatakan, "Ini menunjukkan mayoritas individu di Kanada dan orang-orang di negara lain mengonsumsi garam dalam jumlah tepat." Pengurangan garam ditargetkan pada mereka yang paling rentan karena hipertensi dan mengonsumsi garam dalam jumlah tinggi. "Jumlah asupan garam harian yang sekarang direkomendasikan tampaknya terlalu rendah, terlepas dari tingkat tekanan darah seseorang," tambah Mente.

Ia menjelaskan, "Asupan garam yang rendah akan mengurangi tekanan darah sekaligus merugikan hormon tertentu. Pertanyaan kunci yang perlu dipahami semua orang adalah bukan mengenai apakah tekanan darah lebih rendah dengan asupan garam yang sangat rendah, melainkan apakah ini bisa meningkatkan kesehatan."

Dr Martin O'Donnell, seorang penulis studi dan profesor klinis di Universitas McMaster dan National University of Ireland Galwaymengatakan, "Penelitian ini menambah pemahaman kita tentang hubungan asupan garam dan kesehatan. Juga pertanyaan tentang kesesuaian panduan makan saat ini yang merekomendasikan asupan garam rendah pada seluruh populasi." Baginya, panduan yang merekomendasikan asupan garam secukupnya, terutama untuk orang dengan hipertensi, tampil lebih sesuai dengan bukti saat ini.

Studi Mente dan kawan-kawan ini didanai lebih dari 50 pihak termasuk PHRI, Heart and Stroke Foundation of Canada, dan Canadian Institutes of Health Research. (adr/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads