Ini Dia 10 Tren Nutrisi Tahun 2016 Menurut Ahli Gizi Amerika (1)

Ini Dia 10 Tren Nutrisi Tahun 2016 Menurut Ahli Gizi Amerika (1)

Maya Safira - detikFood
Selasa, 24 Mei 2016 09:22 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Tren nutrisi selalu berubah setiap tahun. Karena itu sekelompok ahli gizi di Amerika merilis tren nutrisi untuk tahun ini.

Tiap tahun Dairy Council of California mengeluarkan tren nutrisi teratas yang diidentifikasi 12 ahli gizi terdaftar. Diantaranya ada yang baru, namun terdapat pula tren yang sudah tidak mengejutkan lagi. Berikut beberapa tren yang dilansir dari The Anson Record (21/05).

1. Pola makan berbasis tanaman

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Pola makan berbasis nabati tengah meningkat. Sebab sebelumnya banyak dipromosikan karena manfaat kesehatannya dan mulai diikuti sejumlah kecil konsumen. Kini popularitas pola ini kian berkembang karena faktor melebihi kesehatan. Seperti biaya, kesejahteraan hewan dan masalah lingkungan.

2. Pilihan makanan tidak hanya terkait rasa
Pilihan makanan semakin didorong hal diluar rasa, biaya dan gizi. Nilai pribadi tentang makanan berkaitan dengan hal lebih jauh seperti kesejahteraan hewan, masalah kelaparan hewan, dan lingkungan yang memicu pilihan makanan. Banyak konsumen percaya bahwa apa yang mereka makan adalah refleksi diri mereka.

3. Persepsi akan nutrisi "negatif" berubah
Persepsi dan rekomendasi di sekitar nutrisi "negatif" berubah. Sebab peneliti mengumpulkan efek bagi kesehatan dari kolesterol, lemak, lemak jenuh, sodium dan gula. Dalam beberapa kasus bertentangan dengan teori tradisional, membuat rekomendasi secara perlahan berubah.

4. Semakin tinggi konsumsi protein


Protein semakin menjadi nutrisi yang paling dicari. Karena manfaatnya yang makin bertambah bagi kesehetan. Mulai dari pembangun otot, pengatur berat badan, kontrol gula darah, maupun kesehatan tulang.

5. Mengemil meningkat di semua demografi


Statistik menunjukkan ngemil semakin meningkat di semua kalangan. Sebanyak 91 persen orang dewasa ngemil setidaknya sekali sehari. Jumlahnya bahkan lebih tinggi pada kelompok usia tertentu, dimana banyak dewasa muda ngemil setidaknya empat kali sehari. (adr/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads