Laporan Independent (10/05) menyebut masalah yang disebabkan konsumsi junk food atau pola makan tinggi lemak mirip dengan yang ditemukan pada diabetes tipe 2. Hal ini didapat dari sebuah riset terbaru.
Studi menggunakan tikus yang diberi makan dua jenis makanan. Ada junk food yang terdiri dari keju, cokelat batangan dan marshmallow selama 8 minggu atau makanan spesial yang tinggi lemak selama 5 minggu.
![]() |
Peneliti kemudian melihat perubahan akibat pola makan pada kadar gula darah hewan dan transportasi glukosa yang berada di ginjal. Transporter tersebut memiliki peran sentral dalam diabetes dan masalahnya bisa signifikan bagi organ-organ internal.
Studi menemukan bahwa tikus mengidap diabetes tipe 2 memiliki lebih banyak jenis tertentu dari transporter glukosa dan protein regulator. Namun pola makan menyebabkan perubahan serupa pada reseptor yang sama. Artinya, ini bisa memicu masalah sama seperti yang dialami orang pengidap diabetes.
Diabetes tipe 2 terjadi saat tubuh memiliki masalah memproduksi cukup insulin atau tidak bereaksi dengan baik. Ketika itu terjadi, gula darah meningkat, yang memiliki efek pada organ tubuh termasuk ginjal. Tapi karena masalah-masalah serupa dapat ditemukan pada junk food dan pola makan tinggi lemak, maka problem yang sama bisa dilihat di masa depan.
"Pola makan Barat mengandung banyak junk food olahan dan lemak, dan ada kaitan pasti antara kelebihan konsumsi jenis makanan ini dan kenaikan kasus obesitas dan diabetes tipe 2 baru-baru ini," ujar Dr Havovi Chichger, pengajar senior di biomedical science Anglia Ruskin University.
Ia juga menyebut pada studinya, diabetes tipe 1 dan 2 sama-sama mendorong perubahan transpor glukosa di ginjal. Tapi junk food atau pola makan tinggi lemak menyebabkan perubahan yang sangat mirip dengan yang ditemukan pada diabetes tipe 2, tambahnya.
![]() |
Peneliti mengatakan studi dapat membantu menangani efek masalah dengan gula darah tinggi itu.
"Sebuah pengobatan baru untuk pasien diabetes berupa pemblokiran transporter glukosa di ginjal untuk menurunkan kadar glukosa darah. Memahami bagaimana pola makan bisa mempengaruhi penanganan gula dalam ginjal dan apakah penghambat yang dapat membalikkan perubahan ini mampu membantu melindungi ginjal dari kerusakan lebih lanjut," jelas Dr Chichger yang menjadi penulis utama dalam studi ini. (msa/odi)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN