Diet Mediterania Bisa Bantu Kurangi Risiko Buruk Akibat Makan Junk Food

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Jumat, 29 Apr 2016 13:24 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Paduan junk food dan diet Mediterania bukanlah pola makan yang dianjurkan. Namun penelitian membuktikan diet mediterania bisa bantu kurangi risiko kesehatan yang ditimbulkan dari makan junk food.

Peneliti di Universitas Auckland, New Zealand mengungkap junk food tidak terlalu membahayakan kesehatan ketika dikombinasikan dengan diet Mediterania. Seperti diketahui, pola makan ini kaya asupan buah, sayur, ikan, dan makanan mentah.

Penelitian dilakukan dengan mengamati 15.000 orang di 39 negara seluruh dunia. Hasilnya menunjukkan mereka yang menjalani diet Mediterania rupanya memiliki risiko rendah terkena serangan jantung dan stroke. Dan ketika mereka mengonsumsi makanan a la Barat yang tinggi gula dan kalori, mereka tidak terkait dengan peningkatan risiko penyakit apapun.

Dikutip dari Independent (25/04), penelitian dilakukan dengan menjadikan pasien arteri koroner sebagai partisipan. Mereka diharuskan mengisi kuesioner gaya hidup saat bergabung dalam sebuah percobaan obat jantung. Kuesioner ini menanyakan seberapa sering mereka makan makanan tertentu. Seperti daging, ikan, produk dairy, whole grains, buah, permen, dessert, makanan yang digoreng, dan minuman manis.


Peneliti lalu menilai tiap peserta dalam kategori Mediterranean Diet Score (MDS) dan Western Diet Score (WDS) menggunakan rentang 0-24.

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam European Heart Journal ini mengungkap saat peneliti mengunjungi kembali partisipan 3,5 tahun kemudian, 10,1% partisipan mengalami serangan jantung dan stroke. Namun angka ini lebih kecil di kalangan partiispan yang nilai MDS-nya 15 atau lebih rendah.

Meski begitu, Professor Ralph Stewart yang jadi pemimpin penelitian mengatakan peneliti tidak melihat adanya korelasi sesuai antara skor WDS tinggi dengan kemungkinan peningkatan penyakit jantung.


"Setelah menyesuaikan faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi hasil, kami menemukan bahwa tiap kenaikan satu unit MDS berhubungan dengan 7% pengurangan risiko serangan jantung, stroke, kematian akibat kardiovaskular, atau penyebab lain pada pasien yang sudah mengalami penyakit jantung," jelas Stewart.

Seementara konsumsi lebih banyak makanan kurang sehat yang identik dengan pola makan gaya Barat, tidak berkaitan dengan peningkatan penyakit yang merugikan. Namun bukan berarti seseorang boleh makan junk food berlebihan mengingat penilaian dalam penelitian ini relatif kasar sehingga beberapa risiko kesehatan tidak dapat dikecualikan.

Studi ini juga tidak menilai total asupan kalori yang merupakan penentu utama dari masalah kesehatan terkait obesitas. Penelitipun tidak menilai kandungan lemak baik dan lemak jahat pada asupan partisipan.

Stewart berujar, "Mungkin fokus dari hasil temuan ini adalah lebih baik membuat orang lebih banyak makan makanan sehat dibanding menyuruh mereka berhenti sama sekali makan junk food."

(adr/odi)