Roti Ungu Kini Populer Sebagai Roti Sehat Kaya Antioksidan

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Jumat, 18 Mar 2016 13:45 WIB
Foto: CNN/iStock
Jakarta - Roti putih dianggap kurang sehat karena memicu kenaikan gula darah dengan cepat. Sebagai alternatif, kini ada roti ungu yang lebih lambat dicerna dan kaya antioksidan.

Profesor Zhou Weibiao, peneliti makanan di Universitas Nasional Singapura mengatakan roti putih dicerna terlalu cepat sehingga membuat gula darah melonjak. Konsumsi roti putih juga dikabarkan berkaitan dengan obesitas.

Guna mengatasi hal tersebut, Zhou menciptakan roti ungu. Warna ungunya didapat dari esktrak antosianin pada beras hitam. Ekstrak tersebut lalu dimasukkan dalam adonan roti.



Dikutip dari CNN (18/03), kelebihan roti ungu adalah kaya antioksidan yang berkhasiat mencegah kanker. Roti ini juga dibuat dari bahan alami dan dicerna 20% lebih lama dibanding roti putih biasa.

Zhou bercerita alasan dibalik pembuatan roti ungu ini. "Tantangannya adalah melihat apakah kita bisa mengubah formula roti tanpa mengubah tekstur halus roti putih yang disukai banyak orang."

Saat mengesktrak antosianin pada beras hitam untuk mendapat warna ungu, ia meninggalkan sifat patinya. "Kapasitas antioksidan dan manfaat kesehatan antosianin sudah lama diketahui, namun pengetahuan tentang penggunaan antosianin sebagai bahan makanan masih sangat terbatas," ujar Zhou.

Menambahkan antosianin bukan hanya mengubah warna jadi ungu, tetapi juga mengurangi laju pencernaan hingga 20%. Kelebihannya lagi, 80% kandungan antioksidan tetap terjaga meski roti dipanggang pada suhu 200C.

Zhou menuturkan, "Jika Anda ingin menikmati tekstur roti putih dan menahan laju pencernaan, makan (roti ungu) ini mungkin formula terbaik. Dan warnanya tidak buruk."



Antosianin adalah pigmen alami yang terdapat pada buah dan sayur warna ungu seperti ubi, anggur, dan blueberry. "Meski begitu, tidak semua makanan berwarna ungu alami adalah superfoods," ujar Zhou sambil memberi contoh buah naga ungu.

Penelitian menunjukkan antosianin membantu cegah penyakit kardiovaskuler, saraf, dan kanker. Antosianin juga berperan mencegah obesitas dan diabetes karena sifatnya yang menghambat enzim pencernaan dan mengurangi kadar glukosa.

Mengenai jumlah kalori, Zhou menjelaskan makan roti ungu sama dengan makan roti biasa yang mengandung pati dan tepung terigu. "Hanya saja, poin utamanya adalah memperlambat pelepasan energi sehingga Anda menggunakan kalori tersebut dalam waktu lebih lama," jelasnya.

Saat ini roti ungu belum dijual di pasaran, namun Zhou telah mendekati para produsen pangan untuk segera meluncurkannya.

(adr/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com