Paprika Merah Lebih Kaya Nutrisi Dibandingkan Paprika Hijau dan Kuning?

Fran Sisca - detikFood Senin, 14 Mar 2016 15:24 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Jenis cabai yang berbentuk seperti lonceng ini rasanya renyah segar sedikit pedas. Sayuran ini ternyata kaya akan vitamin C serta antioksidan.

Paprika disebut bell pepper karena bentuknya seperti lonceng. Termasuk Capsicum annuum yang terkenal di berbagai benua sebagai ‘cabai manis’ karena rasanya yang tak terlalu pedas.

Jenisnya ada yang hijau, merah, kuning dan oranye. Paprika kaya vitamin C. Namun, tidak semua warna paprika mengandung serat, antioksidan, dan vitamin C.

Di pasaran paprika hijau lebih murah daripada paprika merah dan kuning. Konon karena paprika hijau merupakan paprika muda sebelum warnanya menjadi merah dan kuning. Karenanya paprika hijau kadang rasanya agak pahit dan bisa sebabkan gangguan pencernaan.

Paprika kuning, oranye dan merah perlu waktu lebih lama dan pemupukan yang lebih lama sebelum dipanen. Karena itu harganya lebih mahal. Rasanya juga lebih juicy dan manis.



Paprika hijau memiliki memiliki kandungan 20kkal energi, 0.86g protein, 1.7g serat, 0.06mg vitamin C, dan 0.17g lemak. Warnanya yang terlihat kurang matang karena dipanen lebih cepat atau masih muda.



Paprika merah yang memiliki lebih banyak vitamin C karena mengandung 26kkal energi, 0.99g protein, 2g serat, 190mg vitamin C, 03g. Paprika kuning memiliki kandungan 27kkal energi, 1g protein, 0.9 g serat, 183.5mg vitamin C, 0.21g.



Semua jenis paprika kaya akan vitamin A dan C. Paprika merah punya kandungan beta caroten 11 kali lebih banyak daripada paprika hijau. Sedangkan paprika kuning lebih kaya vitamin C dibandingkan paprika hijau.

(adr/odi)