Akhir-akhir Ini Produk Makanan di Inggris Diketahui Lebih Banyak Mengandung Garam

Lusiana Mustinda - detikFood Selasa, 01 Mar 2016 13:02 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta -

​P​rodusen makanan ​di Inggris ​diduga telah meningkatkan ​pemakaian​ garam dalam banyak produk​nya​. Konsumsi makanan tinggi garam dapat sebabkan penyakit degeneratif seperti tekanan darah tinggi hingga stroke.

​Tindakan darurat dianggap perlu oleh kementrian. Karena ​​hasil riset ​menunjukkan bahwa kadar garam dalam menu makanan sehari-hari seperti sup, keju cheddar dan makanan siap saji telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam banyak kasus, kadar garam telah meningkat sejak tahun 2010. Setelah Menteri Kesehatan, Andrew Lansley menyerahkan wewenang aturan pengurangan garam dari Food Standards Agency (FSA) kepada industri makanan.

Foto: Thinkstock

Penelitian dari Consensus Action on Salt and Health (CASH) yang diterbitkan pada Selasa (01/03), ​menemukan​ sekitar 55 persen dari 45 jenis sup tomat kaleng diuji pada tahun 2016 mengandung lebih banyak garam dibandingkan dengan tahun 2010.

Dengan kandungan garam sebesar 3,5 gram per 400 gram, Baxters Vegetarian Italian tomat dan basil kaleng​an​ mengandung garam lebih besar dari Big Mac dan kentang goreng Mc Donald's.

Sedangkan kadar garam di Sainsbury's Basic Cottage Pie melesat hingga 186 persen dari 0,5 gram ke 1,43 gram per 300 gram dan jumlah garam di Morrisons Medium Cheddar telah meningkat sebesar 13 persen dari 1,6 gram per 100 gram ke 1,8 gram per 100 gram.

“Ini menjadi suatu tragedi bagi kesehatan masyarakat. Dikarenakan FSA tidak mengawasi aturan garam dan justru aturan ini bisa diawasi sendiri oleh industri makanan,” tutur Graham MacGregor, profesor kedokteran kardiovaskular di Queen Mary University London sekaligus ketua CASH dalam Independent (01/03).

“Sehingga tidak mengherankan jika akan ada ribuan kematian di dunia karena penyakit stroke dan juga penyakit jantung,” jelasnya.

CASH berpendapat bahwa program pengurangan garam yang dilakukan FSA sebelumnya sukses dan sudah diakui secara global. Dengan pengawasan industri makanan yang ketat dapat mencegah 9.000 kematian per tahun.

Kampanye kelompok regulasi yang lebih ketat didukung oleh Faculty of Public Health (FPH). Seorang juru bicara badan penetapan standar mengatakan, "FPH menarik diri dari kesepakatan tanggung jawab karena mereka merasa peningkatan kesehatan masyarakat lebih cepat dan efektif dibandingkan dengan mengurusi pertauran dan langkah legislatif."



Supermarket membela komitmen mereka untuk pengurangan garam. Seorang juru bicara Sainsbury mengatakan, "Pengurangan garam merupakan bagian penting dari program reformulasi kami yang sedang berlangsung dan semua produk yang direferensikan memenuhi target garam pemerintah pada tahun 2017.”

"Sekitar 87 persen dari produk kami sendiri sudah memenuhi target pengurangan garam pada tahun 2017 dan kami bekerja keras untuk meningkatkan angka ini​,​"​ sebut Janet Taylor, diet and health manager di Co-op Food.​

(lus/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com