Pilihlah Telur atau Ayam Sebagai Sumber Protein yang Terjangkau

Lusiana Mustinda - detikFood Senin, 22 Feb 2016 18:55 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta -

Dibandingkan dengan daging sapi, telur dan daging ayam punya gizi yang baik. Selain mudah diolah, kedua bahan makanan ini jadi sumber protein yang baik.

Telur dan ayam menjadi solusi termudah dan terjangkau untuk mendapatkan asupan protein sehat. Hal ini dikarenakan kedua bahan makanan ini mudah diperoleh, mudah diolah, harga relatif terjangkau dengan kandungan protein yang didapat dan disukai semua golongan mulai dari umur, agama dan suku.

Dibandingkan dengan daging sapi dan babi, sekitar 64 persen penduduk Indonesia lebih banyak konsumsi daging ayam. Akan tetapi jika dibandingkan dengan negara lain, konsumsi daging ayam dan telur pada tahun 2012 Indonesia cukup rendah yaitu 6,77 Kg dibandingkan dengan Malaysia (48.89 kg) dan Thailand (10.52 kg).

Konsumsi sumber protein yang rendah juga disebabkan karena daya beli masyarakat yang rendah pula.

Dalam 100 gr daging ayam mengandung energi sebesar 298 Kkal, 18,2 protein, 25 gr lemak, 14 mg kalsium dan 1,5 mg zat besi. Sedangkan 100 gram telur mengandung 154 Kkal, 12,4 gr protein, 10,8 gr lemak, 86 mg kalsium dan 3 mg zat besi.



“Protein hewani mengambil porsi "dominan" dalam hubungan kualitas otak dan gizi,” tutur Ir. Agus Wahyudi, Ketua Umum PINTAR Lampung dalam Seminar Gizi pada (18/02) di Universitas Indonesia.

Menurutnya, kandungan zat besinya dapat meningkatkan daya konsentrasi. Vitamin B12 dapat berperan dalam pembentukan sel darah merah, pengangkut nutrisi dan oksigen ke otak. “Bila kekurangan sel darah merah terjadi anemia sehingga daya angkut oksigen turun menyebabkan lemah otak,” ujar Agus.

Ia juga menambahkan, asam amino dalam bahan pangan hewani lebih lengkap, lebih mudah dicerna dan diserap dibandingkan dengan nabati. Proteinnya dibutuhkan untuk pertumbuhan dan pengganti sel-sel otak. Mengandung vitamin dan mineral yang lengkap seperti vitamin E, B6, C, Zinc Phosphor sangat bermanfaat bagi tubuh.

Menurut Agus, daripada mengonsumsi rokok lebih baik uangnya digunakan untuk membeli telur ataupun daging ayam yang lebih terjangkau untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

“Jika dihitung, konsumsi rokok 19 juta keluarga miskin sama dengan Rp 23 trilyun per tahun setara dengan Rp 1.200.000 per bulan atau 100 ribu per bulan per keluarga miskin,” tutup Agus dalam seminar "Membangun Generasi Sehat dan Berprestasi dengan Asupan Gizi Sehat dan Seimbang" pada Kamis (18/02).



(tan/odi)