Makan Ikan Seminggu Sekali Turunkan Risiko Alzheimer

Christina Ambarrita - detikFood Selasa, 09 Feb 2016 14:44 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Sudah sejak lama mengonsumsi ikan terbukti baik untuk kesehatan jantung dan otak. ​Di tahun 1930 seorang penulis, P.G. Wodehouse pernah menyebutkan manfaat konsumsi ikan dalam bukunya, Very Good, Jeeves. ​

Kendati dipercaya membawa manfaat baik, satu abad silam memang belum ada penelitian yang membuktikan jika daging ikan baik untuk kesehatan otak. Para peneliti saat itu justru mengungkapkan kendati daging ikan memang baik untuk kesehatan otak, kandungan merkuri pada ikan justru membawa efek sebaliknya.



Namun di tahun 2016 ini, sebuah badan penelitian, JAMA melakukan penelitian yang berfokus pada manfaat ikan. Studi terbaru yang dilakukan JAMA menunjukkan jika daging ikan memang baik untuk kesehatan otak.

Dengan mengonsumsi ikan secara teratur ternyata mampu mengurangi risiko penyakit Alzheimer. Adanya kandungan merkuri memang perlu diwaspadai, namun rendahnya tingkat merkuri pada daging ikan tentu tak sebanding dengan manfaat​nya.​

Dilansir dari Forbes (8/2), penelitian yang dilakukan Martha Clare Morris dan koleganya di Rush Medical Center di Chicago mengamati sekitar 554 jiwa penduduk Chicago. Penelitian ini menggunakan metode jangka panjang dengan tingkat mortalitas penduduk yang meninggal setiap sepuluh tahun sekali.

Para peneliti kemudian melakukan autopsi untuk mengamati bagaimana perubahan psikologi dalam otak​.​ ​K​hususnya bagian plak neuritik yang menjadi tanda-tanda Alzheimer​ ​dan penyakit lainnya. Dari setiap orang yang dijadikan objek penelitian, para peneliti mengambil data melalui kuesioner yang menanyakan seberapa banyak ikan yang dikonsumsi dan sejumlah pertanyaan lainnya​.​

​Kemudian ​peneliti mengungkapkan orang yang mengonsumsi seafood seminggu sekali memiliki tingkat risiko terkena Alzheimer yang lebih rendah. Dan hanya orang yang memiliki tanda genetic APOE ε4, yang dengan sendirinya memiliki risiko Alzheimer.



Selain itu peneliti juga mengungkapkan jika suplemen minyak ikan sebenarnya tak menghasilkan manfaat berarti dibandingkan dengan konsumsi daging ikan.

Hal ini memang bukan penelitian pertama yang dilakukan mengenai manfaat ikan bagi otak manusia. Setidaknya ada 13 penelitian yang lebih dulu dilakukan dan berfokus dalam pengamatan mengenai korelasi antara konsumsi seafood dan asam lemak n-3 dengan penurunan kognitif dan insiden demensia.

Namun penelitian yang dilakukan JAMA merupakan penelitian pertama yang melibatkan tingkat merkuri, perubahan kerja otak, dan makanan dalam satu penelitian. Hal ini bertujuan untuk mempelajari manfaat konsumsi ikan dibalik bayang-bayang bahaya merkuri yang terkandung di dalamnya.
 
Mereka juga mengungkapkan jika seiring bertambahnya usia,
​orang​ akan kehilangan DHA, yaitu asam lemak yang terdapat pada otak.Karenanya konsumsi ikan disarankan bagi orang dewasa. Bahkan tak hanya orang dewasa, badan kesehatan pangan Amerika, FDA merekomendasikan ibu hamil dan anak-anak agar mengonsumsi ikan untuk menambah asupan nutrisi tubuh.

(msa/odi)
Menu Ke-30 : Sayur Gurih Rebung dan Sayur Gurih Pepaya Siap Jadi Pelengkap Makan Ketupat

Menu Ke-30 : Sayur Gurih Rebung dan Sayur Gurih Pepaya Siap Jadi Pelengkap Makan Ketupat