Batasi Konsumsi Susu dan Gula agar Peradangan Sendi Tak Makin Parah

Batasi Konsumsi Susu dan Gula agar Peradangan Sendi Tak Makin Parah

Christina Ambarrita - detikFood
Jumat, 15 Jan 2016 13:45 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Nyeri sendi banyak dialami orang. Gangguan ini umumnya dipicu oleh pola makan yang kurang sehat. Seperti konsumsi garam, gula dan olahan susu berlebihan.​
Β 
Arthritis a​tau​ kondisi peradangan dan nyeri sendi. Biasanya agar nyerinya hilang, cukup diberi obat pereda nyeri. ​Hingga kini ​belum ​ada​ makanan yang dapat menyembuhkan arthritis​. Namun, a​da beberapa makanan yang sebaiknya dibatasi konsumsinya agar rasa nyeri akibat peradangan sendi tidak mengganggu.

​P​eneliti dari Mount Sinai School of Medicine menguji makanan yang dapat membantu meredakan nyeri. Penelitian tersebut menunjukkan dengan mengurangi konsumsi goreng​an​ dan olahan dapat mengurangi inflamasi dan membantu memulihkan pertahanan alami tubuh.
Β 
​1. ​Kurangi konsumsi makanan mengandung AGE



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anadvanced glycation and product (AGE), adalah racun yang terkandung dalam makanan yang diolah dengan cara dibakar, dipanggang, digoreng, atau bahkan dipasteurisasi. Racun AGE dapat membahayakan protein yang ada dalam tubuh. Untuk memerangi racun ini, tubuh memerlukan cytokines. Tingginya tingkat AGE dalam tubuh bisa menimbulkan arthritis atau peradangan lainnya.

​2. ​Gula dan Makanan Karbohidrat
Kandungan gula yang tinggi dapat menyebabkan naiknya tingkat AGE dalam tubuh sehingga memicu timbulnya peradangan. Karenanya, mulailah kurangi konsumsi permen, makanan olahan, roti, dan soda untuk mengurangi rasa sakit yang timbul akibat peradangan arthritis.

​3.​ Olahan susu



Makanan yang berasal dari olahan susu juga dapat memicu arthritis tergantung dari tipe protein yang dikandungnya. Berdasarkan laporan dari Physicians Committee for Responsible Medicine, bagi beberapa orang, protein bisa membuat iritasi pada jaringan sekitar sendi.

Penderita arthritis ​dianjurkan ​mengganti makanan mereka dengan menu sayuran sehingga tidak mengandung olahan yang berasal dari hewan. Bila Anda mengalami kondisi ini, gantilah sumber protein dengan protein nabati yang berasal dari bayam, kacang-kacangan, tahu, selai kacang, ​atau qyuinoa​.

​4. ​Tembakau dan alcohol
Konsumsi tembakau dan alkohol dapat memicu masalah bagi kesehatan termasuk membahayakan persendian. Perokok lebih berisiko mengidap rheumatoid arthritis, sedangkan pecandu al​k​ohol berisiko mengidap encok. Karenanya mulailah ​menjalani​ pola hidup sehat. Mengurangi konsumsi alkohol dan merokok, dan b​iasakan ​ konsumsi makanan sehat diimbangi dengan olahraga dan tidur teratur.

​5. ​Garam dan makanan berpengawet
Biasanya penggunaan garam yang berlebih dan bahan pengawet dilakukan agar makanan lebih tahan lama. Bagi beberapa orang, konsumsi garam berlebihan dapat menimbulkan peradangan pada sendi. Karenanya lebih baik kurangi jumlah konsumsi garam dan konsumsi sesuai takaran.
Β 
6. Minyak jagung



Roti atau makanan ringan umumnya mengandung jagung atau minyak lainnya yang tinggi akan asam lemak omega 6. Meski bahan ini dapat membuat rasa makanan terasa lebih sedap, namun ​memicu​ timbulnya peradangan.

Beberapa peneliti mengamati jika sebaliknya, minyak dengan omega 3 justru dapat membantu meredakan nyeri sendi. Tak ada salahnya mengganti penggunaan minyak jagung dan bahan makanan yang mengandung minyak jagung dengan makanan kaya omega 3 seperti minyak zaitun, kacang-kacangan, dan kuaci.

(msa/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads