Fakta tersebut diungkap Cristina Alesci selaku reporter CNN Bisnis. Seperti dilansir dari Media Ite (11/01), Alesci menyelidiki bagaimana makanan segar dan mentah tercemar bakteri feses yang merugikan kesehatan manusia.
"Banyak cara bakteri E.coli dan Salmonella typhi mengontaminasi sayuran segar. Hal paling umum adalah feses yang menjadi bahan baku pembuatan pupuk kandang untuk menyuburkan tanaman. Tikus juga 'membawa' bakteri tersebut ke lahan pertanian," ujar video Breaking News CNN yang berdurasi 1 menit.
Selain tikus, manusia juga sebabkan pencemaran bakteri. Hal ini terkait kebersihan para pekerja di lahan pertanian dimana kamar mandi jarang tersedia di sana.
Kasus pencemaran bakteri pada sayuran segar terjadi pada daun ketumbar (cilantro) asal Meksiko. Hasil penyelidikan otoritas kesehatan Amerika Serikat dan Meksiko menunjukkan 11 ladang pertanian daun ketumbar di Puebla tercemar feses manusia dan tisu toilet.
Hasil investigasi juga menemukan rata-rata tempat penyimpanan daun ketumbar sangat kotor. Ketika dites, air didalamnya positif mengandung parasit Cyclospora yang menyebabkan sakit perut.
Sehubungan hal tersebut Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat (FDA) sempat melarang impor daun ketumbar asal Puebla. Larangan tersebut berlangsung sejak April hingga Agustus. Kabarnya larangan akan berlanjut kecuali perusahaan pengimpor dapat membuktikan pada otoritas kesehatan bahwa produknya aman dan sehat.
Pencemaran bakteri feses pada sayuran segar sebabkan keracunan makanan seperti diare dan muntah. Meski begitu, keracunan ini tidak sefatal keracunan makanan yang berasal dari unggas.
(adr/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN