Ini 5 Hal yang Sering Salah Dilakukan Saat Mengolah Makanan

Ini 5 Hal yang Sering Salah Dilakukan Saat Mengolah Makanan

Christina Ambarrita - detikFood
Selasa, 05 Jan 2016 13:23 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Mungkin saat ini Anda sudah mulai menyetok makanan di kulkas. Ada baiknya perhatikan hal-hal penting seputar pengolahan bahan makanan agar terhindar dari keracunan.

Apakah daging perlu dicuci sebelum dimasak? Banyak informasi soal penyimpanan makanan yang Anda ketahui. Tetapi belum tentu benar menuru nutrisi dan kesehatan. Seperti 5 hal seputar penanganan makanan ini.

1. Daging dan ayam yang telah dilumerkan​, sebaiknya jangan dibekukan la​gi​

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Faktanya, membekukan kembali daging, ayam, ataupun makanan beku lainnya sebenarnya tidak masalah​.​ ​S​elama makanan tersebut dilumerkan dalam kulkas bersuhu​ minimal​ 5 derajat Celcius. Kualitas makanan bisa saja menurun karena proses pembekuan kembali dapat merusak sel-sel sehingga makanan tersebut menjadi lebih berair.

​Cara lain yang bisa Anda lakukan, ​olah makanan beku tersebut lalu ​bagi​ dalam porsi yang lebih kecil dan bekukan kembali sekali sesudah dihangatkan.
Makanan panas yang disimpan di dalam wadah tertutup akan membuatnya berkondensasi. Sehingga lebih banyak air yang dihasilkan karena uap panasnya. Kondisi ini nantinya akan bereaksi dengan nutrisi yang terdapat dalam makanan​.

Hal ini ​menciptakan area yang baik untuk perkembangbiakan mikrobakteri. Jika ingin membekukan makanan yang masih panas, tunggulah sekitar 30 menit sampai uapnya hilang lalu bekukan.



2. Mencuci daging sebelum diolah​

Tidak perlu mencuci daging sebelum mengolahnya. Air yang digunakan untuk mencuci bisa saja mengandung bakteri berbahaya yang berasal dari area dapur​. Air ini bisa mencemari daging dan makanan di sekitarnya. ​

Cucilah buah dan sayuran sebelum menyajikannya, apalagi jika sayur dan buah-buahan tersebut masih terdapat sisa tanah karena mikroorganisme berbahaya pasti terangkut​.​

Hal ini berlaku untuk makanan yang disajikan ​mentah. ​​Makanan​​ ​​mentah dapat​ meningkatkan risiko keracunan makanan.​ ​Dalam penyajiannya, buah, salad, sayuran, dan makanan siap saji lainnya sebaiknya ​jauhkan dari bahan makanan ​mentah. Seperti​ daging mentah, ayam​ dan​ seafood​ agar tak tercemar bakteri.​

3. Makanan yang masih panas harus didinginkan sebelum disimpan​ di kulkas.

Tidaklah baik membiarkan makanan yang mudah basi di tempat terbuka dalam waktu yang cukup lama​.​ Atau bahkan semalaman sebelum akhirnya disimpan di dalam kulkas.
 
Mikroorganisme berkembang biak dengan cepat pada makanan yang bersuhu 5​C hingga 60 C. Memperhatikan temperatur udara adalah cara termudah dan paling efektif untuk mengontrol perkembangbiakan bakteri. Makanan yang mudah busuk harus segera dikonsumsi pada suhu 5 C hingga 60 C. Jika tidak, berhati-hatilah karena makanan tersebut tidak aman untuk dikonsumsi.



Makanan yang tersisa sebaiknya disimpan di dalam kulkas setelah uap panasnya hilang, atau setelah didiamkan selama 30 menit. Masakan panas dalam porsi yang besar akan lebih cepat dingin jika disajikan dalam porsi yang lebih kecil di wadah yang datar. Contohnya sup yang disimpan dalam panci besar​. Simpan saja di mangkuk dan ​taruh​ di kulkas ​minimal​ 24 jam.

4. Jika aromanya sedap, tandanya aman untuk disantap.

Hal ini tidak selalu benar. Bakteri, ragi, dan jamur adalah penyebab umum yang membuat makanan berbau tak sedap dan berlendir. Mungkin hal ini tidak membuat Anda sakit, namun para ahli tidak pernah menyaranan untuk mengonsumsi makanan yang sudah basi meski aromanya terkadang masih sedap.

Bakteri patogenik mampu berkembang biak di dalam makanan dan sayangnya perkembangbiakan bakteri ini di dalam makanan tidak terlihat secara kasat mata. K​arenanya untuk mencegah perkembang biakan ​bakteri ​patogen, simpanlah makanan​ ​di kulkas.


5. ​M​inyak dapat mengawetkan makanan

Menambahkan minyak tidak akan membantu mengusir serangga. Justru kandungan minyak membantu mempercepat perkembangan mikroorganisme semacam Clostridium Botulinum​, b​​akteri penyebab keracunan makanaan.

Makanan yang mengandung minyak akan memiliki kandungan oksigen yang sedikit sehingga mempercepat perkembangbiakan bakteri ini. Munculnya wabah botulisme berasal dari konsumsi sayuran yang terdapat di dalam minyak. Seperti bawang putih, jamur, kacang-kacangan, dan lada hitam yang tidak diolah dan disajikan dengan baik.



Pada tahun 1991, regulasi di Australia menetapkan jika sayuran yang dicampur dengan minyak bisa dikonsumsi dengan aman jika tingkat pH-nya kurang dari 4,6. Karena makanan dengan pH dibawah 4,6 tidak akan menjadi tempat pertumbuhan bakteri beracun termasuk bakteri botulisme.



(lus/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads