Β
Jangan mudah tergoda dengan makanan dan minuman βsehat yang diβklaim memiliki βnutrisi menyehatkanβ. Seperti dilansir dari NY Daily News (30/12), makanan βyang dikenal sehat ternyata berkalori tinggi dan tak menyehatkan.β
1. Smoothies
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahli gizi mengatakan bahwa smoothies dicampur dengan bahan lain selain buahβ, seβ
perti gula dan lemak βbisa berkalori tinggiβ. Smoothiesβ bisaβ memiliki kandungan gula yang tersembunyi dalam buah, jus, yogurt, madu, dan tidak jarang menggunakan selai almond, kacang, dan kelapa.
βSaya merekomendasikan untuk membuat smoothies dengan buah, susu almond, biji chia, sayuran hijau, ekstrak vanili atau bubuk kayu manis untuk mendapatkan rasa manis yang βalamiβ dan bubuk protein untuk menambah stamina,β ujar Amy Shapiro, penemu Real Nutrition NYC.
2. Protein bar
Foto: Thinkstock
Beberapa protein bar mengandung hingga 350 kalori dan para ahli menyarankan untuk mengonsumsi βcamilanβ tidak lebih dari 150 kalori. Dalam 350 kalori terdapat lemak dan gula. Maria Bella, pendiri Top Balance Nutrition di New York City menyarankan untuk memilih makanan ringan seperti kacang atau buah.
3. Minuman olahraga
Foto: Thinkstock
Minuman olahraga diperuntukkan bagi atlet setelah melakukan latihan berat. Namun nyatanya minuman ini mengandung gula dan natrium. Jika Anda melakukan olahraga berat, lebih baik βpβilih air putih agar tetap hidrasi.
4. Buah kering
Foto: Thinkstock
Buah kering mengandung gula dan kandungan airnya sudah hilang sehingga tidak membuat Anda merasa kenyang. Jika Anda menjadikan buah kering sebagai cβaβmilan, lenih baik βpβilih buah segar agar tetap merasa kenyang.
5. Granola
Foto: Thinkstock
Granola megandung gula dan hanya dengan secangkir sereal βdan βmemiliki 600 kalori. Para ahli menyarankan untuk mengonsumsiβ βdalam jumlah secukupnya dan harus dibatasi. Granola memang diβkenalβ sebagai makanan sehat, tapi sereal ini mengandung βbanyak βkalori dan gula.
6. Selai kacang
Foto: Thinkstock
Selai kacang mengandung lemak trans yang dapat mengakibatkan kerusakan hati dan peningkatan kolestrol. Menurut Lisa Moskovitz, seorang ahli diet di NY Nutrition Group berbagai produk selai kacang mengandung minyak yang terhidrogenasi atau lemak trans. Lemak trans sangat berbahaya untuk hati dan meningkatkan kolestrol jahat.
7. Tortila
Foto: Thinkstock
Ahli gizi dan ahli diet menyarankan untuk menggunakan roti βdaripadaβ tortila. Tortila memang terlihat lebih tipis dibandingkan dengan roti, namun kandungan karbohidrat pada tortila sama dengan empat potong roti. Mungkin tortila terlihat seperti pilihan βsehatβ, tapi βberisiko menaikkan βberat badan dan gula darah.
(tan/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN