Ini Kebiasaan Makan Orang Italia dan Belanda yang Menyehatkan (1)

Ini Kebiasaan Makan Orang Italia dan Belanda yang Menyehatkan (1)

Lucia Essy Heriana - detikFood
Jumat, 13 Nov 2015 12:55 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Setiap negara memiliki pola makan berbeda tergantung kondisi alamnya. Banyak negara punya pola makan sehat dengan konsumsi bijian, sayuran dan buah yang membuat mereka tetap sehat.​

​Cara bersantap dengan sumpit dan mengonsumsi banyak air bisa kita tiru. Pola makan teratur dan makanan sehat akan membuat tubuh lebih bugar dan berumur panjang.​

​1. Jepang​



Di Jepang, penampilan makanan sangat ditonjolkan. Makanan Jepang juga dikenal dengan porsi yang kecil, warna-warni dan menggunakan sayur. Ini adalah solusi yang b​agus ​karena porsi yang kecil mengurangi asupan kalori dan sayuran mengandung nutrisi yang sangat penting. ​Penampilan yang menarik tidak hanya menggugah selera, tetapi ​juga mata. ​Faktanya, di Jepang hanya terdapat 5% obesitas.

​2. Ethiopia​



Diet Ethiopia dianggap salah satu yang paling sehat di dunia karena terdiri dari banyak sayura​n,​ kacang-kacangan, kacang lentil, dan susu rendah lemak. Mereka menggunakan tepung khusus yang disebut 'teff flour' untuk membuat roti datar yang mengandung tinggi serat, vitamin C, dan protein.

​3. Meksiko​



Saat Anda berkunjung ke Meksiko, Anda akan sering melihat berbagai minuman yang disebut `'Aguas Frescas'. Rasa air ini dibuat dengan memadukan buah biji Andor dengan gula bermanfaat untuk mendorong konsumsi air putih. Meskipun versi Meksiko sangat manis, Anda dapat dengan mudah untuk membuat versi sehat dengan menanamkan air dengan mentimun, ​strawberry atau​ bunga melati.

​4. Italia​



Setiap makan, orang Italia pasti menyediakan segelas ​wine​. Mereka percaya minum ​satu​ gelas sehari ​wine ​dapat mengurangi risiko kardiovaskular dan ​ber​umur panjang. Minum ​wine​ harus berdampingan dengan makan, jika tidak akan meningkatkan risiko penyakit jantung.

​5. China​



Di C​h​ina, makan menggunakan sumpit sudah menjadi kebiasaan setiap hari. Makan dengan sumpit dapat memperlambat asupan makanan. Penelitian juga menunjukkan bahwa makan lebih lambat dapat menyebabkan asupan kalori yang lebih rendah.

(tan/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads