Hati-hati, Minyak Sayur Ternyata Dapat Menghasilkan Senyawa Berbahaya

Trans Ningsih - detikFood Selasa, 10 Nov 2015 13:48 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Minyak sayur merupakan ​bahan makanan yang ​sering digunakan saat memasa​k. Seperti ​ untuk menggoreng, menumis​ dan olesan. Minyak ini juga bisa menghasilkan senyawa berbahaya.​

Menurut para ahli kesehatan, memasak menggunakan minyak sayur terutama untuk menggoreng dapat menjadi penyebab timbulnya berbagai penyakit seperti kanker, alzheimer dan penyakit degeneratif lainnya. Karena senyawa yang terkandung dalam minyak sayur saat dipanaskan dengan suhu yang ekstrim akan melepaskan senyawa kimia yang disebut Aldehida.

Foto: Thinkstock

Menurut Martin Grootveld, seorang profesor di Bioanalytical Chemistry and Chemical Pathology di DeMontfort University makanan yang digoreng menggunakan minyak sayur seperti ikan dan gorengan mengandung senyawa aldehid berlebih dari jumlah batasan konsumsi harian menurut aturan WHO hingga 100-200 kali.

Minyak kelapa sawit, minyak kedelai, minyak biji bunga matahari dan minyak jagung merupakan jenis minyak yang banyak menghasilkan senyawa aldehida jika dipanaskan. Sementara para ahli kesehatan menyarankan untuk menggunakan minyak kelapa, minyak zaitun, minyak lemak babi dan mentega lebih sehat karena memproduksi senyawa aldehida lebih rendah.

Sebelumnya, The National health Service (NHS) telah memperingatkan untuk tidak memasak menggunakan mentega dan minyak lemak babi. Melalui situs resmi The NHS menyarankan untuk mengurangi jumlah asupan makanan yang mengandung tinggi lemak jenuh dan rendah nutrisi, menggunakan minyak sayur​. Juga ​mengurangi penggunaan lemak jenuh seperti yang terdapat pada mentega, minyak lemak babi atau minyak lemak sapi.

Foto: Thinkstock

Seperti yang ditulis pada The Times of India Science (09/11) studi yang dilakukan oleh para ahli kesehatan menemukan bahwa minyak sayur berkaitan erat dengan penyebab penyakit jantung, kanker, inflamasi, peningkatan tekanan darah dan kesehatan mental.

Dikatakan oleh Professor John Stein, Emeritus Professor of Neuroscience di Oxford University, Asam lemak omega 6 yang terdapat pada minyak sayur dapat menghambat kerja asam lemak omega 3 yang sangat penting dalam menjaga kesehatan otak. Professor Stein mengatakan bahwa kekurangan asupan asam lemak omega 3 merupakan salah satu faktor penyebab meningkatnya masalah kesehatan mental dan penyakit lain salah satunya penyakit disleksia.

Meski sudah terbukti namun masalah ini masih belum mendapat perhatian khusus dari organisasi kesehatan atau industri makanan. Yang pasti, minyak yang paling sehat untuk dapat selalu digunakan ​adalah​ minyak zaitun.

(lus/odi)
Load Komentar ...