Minum Minyak Zaitun dalam Pola Makan Mediteranian Bisa Perpanjang Usia

Minum Minyak Zaitun dalam Pola Makan Mediteranian Bisa Perpanjang Usia

- detikFood
Senin, 12 Okt 2015 17:34 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Minyak zaitun dikenal sebagai minyak yang kaya akan antioksidan. Meskipun mengandung lemak ​k​onsumsi minyak zaitun justru dapat menjadi obat bagi beberapa penyakit.

​Minyak zaitun ​tinggi kalori selain itu juga terdiri dari campuran minyak lemak jenuh dan tak jenuh. Banyak dokter yang mengatakan bahwa ​minyak zaitun ​merupakan sumber makanan yang tidak sehat. N​amun,​ beberapa survei kesehatan terbaru menemukan bahwa sebagian besar masyarakat Eropa berumur panjang dan berisiko rendah terhadap penyakit jantung merupakan efek dari rajin mengonsumsi minyak zaitun.

Beberapa negara Eropa sudah​ mengakui khasiat yang dihasilkan oleh ​minyak zaitun. Bukan hanya digunakan sebagai minyak untuk menggoreng, tapi juga dikonsumsi dengan cara diminum langsung. Masyarakat Inggris​ dan Amerika rata-rata mengonsumsi minyak zaitun ​sebanyak 1 liter setiap tahunnya, Sementara masyarakat Italia dan Spanyol mengonsumsi sebaanyak 13 liter per tahun.



Sekitar sepuluh tahun yang lalu sebuah penelitian dlilakukan di Spanyol dengan melibatkan sekitar 7500 peserta pria dan wanita. Mereka ​memiliki kelebihan berat badan dengan rentang​ usia 60-an tahun. Peserta secara acak diwajibkan melakukan salah satu program diet selama lima tahun. Sebagian peserta melakukan diet rendah lemak yang direkomendasikan oleh dokter. Se​mentara sebagian besar lainnya melakukan pola diet Mediterania dilengkapi dengan minyak zaitun ​atau kacang.

Hasil penelitian The PREDIMED yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine pada tahun 2013 menunjukkan bahwa peserta kelompok diet Mediterania memiliki sepertiga lebih sedikit menderita penyakit jantung, diabetes dan stroke dibandingkan dengan kelompok peserta dengan diet rendah lemak.



Selain itu juga mengalami penurunan berat badan lebih efektif dan meningkatkan kinerja memori. Hasil terbaru juga menunjukkan bahwa pola makan​ Mediterania juga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kanker payudara, meskipun dalam jumlah kecil.

Meski minyak zaitun​ bukan menjadi pemeran utama, namun asupan serat dan berbagai mineral dari makanan lainnya juga mempengaruhi hasil dalam penelitian ini. Senyawa polifenol yang terdapat dalam minyak zaitun​ bermanfaat sebagai antioksidan, anti inflamasi, membantu menjaga kesehatan hati dan otak, serta mencegah proses penuaan lebih cepat.

Makanan mengandung lemak esensial seperti ​minyak zaitun​, bila dikonsumsi dengan berbagai macam makanan berpolifenol tinggi lainnya dapat memberikan manfaat yang istimewa bagi tubuh. K​hususnya bagi berbagai mikroba dalam usus.

Studi PREDIMED tidak mengukur hubungan antara ​minyak olive​ dengan mikroba dalam usus secara langsung. N​amun manfaat mencolok dari pola makan ​Mediterania dan konsumsi minyak olive​ adalah ​sebagai pengemulsi mikroba usus dan meningkatkan kesehatan usus.

(tan/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads