Seperti diberitakan UPI (26/09), peneliti di York University menemukan orang-orang muda akan mengalami kenaikan berat badan lebih banyak walaupun mengonsumsi jumlah makanan yang sama bila dibandingkan dengan orang-orang pada 35 tahun lalu.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Obesity Research and Clinical Research ini menunjukkan bukan hanya makanan dan olahraga yang menjadi faktor risiko penyebab obesitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan hal tersebut sama seperti ketika seseorang menghitung hasil investasi. “Bukan hanya dipengaruhi jumlah depostit. Ada hal-hal lain yang turut mempengaruhi seperti biaya bank, kurs mata uang, atau fluktuasi pasar saham,” ujar Kuk.
Peneliti menggunakan data diet dari U.S National Health and Nutrition Survey tahun 1971 dan 2008 yang melibatkan 36.377 partisipan. Mereka juga melihat data aktivitas fisik 14.149 partisipan dari tahun 1988 dan 2006.
Peneliti kemudian membandingkan asupan makanan, aktivitas fisik, dan indeks massa tubuh (IMT) partisipan dari waktu ke waktu. Hasilnya, IMT, asupan kalori total, dan asupan karbohidrat meningkat antara 10-14% dari tahun 1971-2008.
Sementara asupan lemak dan protein menurun antara 5-9% pada tahun 1971-2008. Aktivitas fisik meningkat antara 47-120% pada tahun 1988-2006.
Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan dari waktu ke waktu asupan kalori dan nutrisi semakin bertambah. Sementara aktivitas fisik yang meningkat belum mampu mengimbanginya. Seseorang pun diprediksi mengalami kenaikan berat badan sebanyak 5% dari tahun 1998 ke 2006.
Kuk mengatakan, “Jika Anda berumur 25 tahun, Anda harus makan lebih sedikit dan berolahraga lebih banyak dari orang-orang yang lebih tua untuk mencegah kenaikan berat badan.”
Ia menjelaskan ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi mengapa seseorang di zaman sekarang mengalami kenaikan berat badan lebih cepat dibanding dahulu. Diantaranya gaya hidup dan lingkungan, keterpaparan terhadap stress, polusi lingkungan, genetik, hingga makanan itu sendiri.
“Pada akhirnya menjaga berat badan saat ini lebih menantang dari tahun-tahun sebelumnya,” pungkas Kuk.
(adr/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN