Peneliti di Harvard School of Public Health mengungkapkan kentang termasuk sayuran tinggi lemak. Begitu juga dengan jagung manis, kacang polong, dan seledri. Mereka menyarankan konsumsi blueberry, plum, dan kembang kol untuk menurunkan berat badan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Blueberry dikabarkan sebagai buah penghancur lemak nomor satu. Konsumsi segenggam blueberry tiap hari berhubungan dengan penurunan berat badan sekitar 0,6 kg. Begitu juga dengan konsumsi plum, apel, pir, strawberry, kismis, dan anggur.
Buah-buah tersebut dipilih partisipan sebagai pengganti dessert berlemak. Selain itu, kandungan polifenol dikabarkan dapat mengubah metabolisme tubuh dalam mengelola gula.
Sementara itu di kelompok sayuran, peneliti mengungkapkan kembang kol, brokoli, dan brussel sprouts sebagai penghancur lemak yang baik. Peneliti Monica Bertoia mengatakan bahwa menambahkan 1-2 porsi sayuran dan buah dalam menu harian berhubungan dengan perubahan berat badan yang cukup besar.
Jagung manis, kacang polong, dan kentang justru menambah berat badan. Karenanya para peneliti menganjurkan pelaku diet untuk menghindari sayuran tersebut.
Bertoia menyarankan agar kentang diganti nasi merah dan roti gandum. Meski begitu, Rebecca Lawton dari British Dietetic Association (BDA) mengatakan kentang masih bagus dikonsumsi karena kaya vitamin C, potasium, dan serat. Kandungan pati yang tinggi dan air yang rendah-lah yang membuat kentang berkalori lebih dibanding sayuran lainnya.
BDA juga merekomendasikan agar konsumsi kentang, roti, nasi dan pasta tidak lebih dari kepalan tangan dalam tiap waktu makan. Cara ini dapat membuat tubuh lebih sehat dan menjaga berat badan.
(adr/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN