Orang Tua yang Doyan Makan Junk Food Terbukti Otaknya Lebih Kecil

Orang Tua yang Doyan Makan Junk Food Terbukti Otaknya Lebih Kecil

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Minggu, 13 Sep 2015 12:00 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Dampak buruk konsumsi junk food bagi kesehatan kembali ditemukan. Penelitian terbaru di Australia mengungkapkan orang tua yang kerap mengonsumsi junk food memiliki otak lebih kecil.

Seperti diberitakan ABC News (13/09/15), penelitian yang dilakukan Universitas Deakin menemukan konsumsi makanan tidak sehat membuat ukuran hippocampus semakin kecil. Bagian otak ini berfungsi sebagai 'lemari arsip' dan 'rak buku' yang menyimpan jutaan data.

Para peneliti mempelajari sampel otak dari 250 orang tua berusia sekitar 60 tahun di Canberra. Peneliti melakukan scan MRI untuk mengukur besar hippocampus mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Hippocampus adalah pusat pembelajaran dan memori. Ukuran hippocampus sebenarnya akan semakin mengecil seiring pertambahan usia, namun pola diet buruk menyebabkan volume hippocampal menurun,” jelas Associate Professor, Felice Jacka.

Jacka menambahkan hasil penelitian ini semakin menguatkan bukti konsumsi junk food dapat menyebabkan masalah kesehatan, baik fisik maupun mental. “Kualitas pola makan seseorang secara khusus berkaitan dengan risiko depresi,” terang Jacka.

Ia mengibaratkan makanan yang dikonsumsi seseorang adalah bahan bakar bagi sebuah mobil. “Jika bahan bakar yang digunakan kualitasnya buruk, maka performa mobil Anda akan buruk. Begitu juga dengan tubuh. Karenanya penting mengasup tubuh dengan makanan sehat,” jelas Jacka.

Para peneliti mengakui banyak faktor lain yang turut berkontribusi selain pola makan. Diantaranya tekanan darah, tingkat depresi, status sosial ekonomi, pendidikan, serta jenis kelamin.

“Semua faktor-faktor yang diketahui berkaitan dengan pola makan dan volume hippocampal, kita masukkan dalam penghitungan untuk melihat hubungan antara pola makan dengan ukuran otak lebih kecil,” ujar Jacka mengenai studi yang telah dipublikasikan dalam jurnal BMC Medicine ini.

Sebelumnya penelitian Universitas Georgia di Amerika Serikat menemukan konsumsi junk food dapat mengganggu pemrosesan sinyal rasa kenyang di otak. Hal ini dapat menyebabkan peradangan saraf sehingga otak tidak merasa kenyang walaupun sudah melahap banyak junk food.

(adr/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads