Tepung Gandum atau Tepung Quinoa, Mana yang Lebih Menyehatkan?

Tepung Gandum atau Tepung Quinoa, Mana yang Lebih Menyehatkan?

- detikFood
Kamis, 10 Sep 2015 15:08 WIB
Tepung Gandum atau Tepung Quinoa, Mana yang Lebih Menyehatkan?
Foto: Thinkstock
Jakarta - Beragam tepung yang dibuat dari bijian merupakan sumber karbohidrat. Kini banyak jenis tepung bijian baru yang populer. Tepung quinoa, tepung millet hingga tepung gandum utuh. Mana yang lebih kaya nutrisi?

Selain nasi salah satu sumber makanan berkarbohidrat tinggi yaitu tepung. Tepung dapat diolah menjadi bubur, roti, hingga camilan. Seiring dengan gaya hidup sehat beragam tepung kini ada di pasaran. Masing-masing punya kandungan nutrisi yang berbeda dan unggul.

1. Tepung Gandum

Foto: Thinkstock
Tepung gandum terbuat dari biji gandum yang dihaluskan. Tepung gandum mengandung serat pangan yang tinggi yang dapat mencegah terjadinya kegemukan, mencegah diabetes, menurunkan kolesterol jahat, dan tekanan darah yang tinggi. Tepung gandum membuat perut kenyang lebih lama karena butuh waktu lama untuk dicerna.

Maida adalah jenis varian dari tepung gandum yang bertekstur halus mengandung serat rendah disbanding dengan varian tepung gandum lainnya. Tepung Maida dapat dicerna lebih cepat,namunΒ  bukan berarti tepung Maida dapat menyebabkan kegemukan.

Tepung gandum dan seluruh variannya mengandung gluten, bagi penderita alergi terhadap gluten sebaiknya berhati-hati dalam mengonsumsinya.

2. Tepung Millet

Foto: Thinkstock
Tepung Millet atau Jawawut berasal dari tanaman serealia memiliki bulir berukuran kecil yang dihaluskan. Beberapa varian Millet yaitu Milet Mutiara (pearl millet), Proso (white millet) dan Korakan (finger millet). Millet mengandung vitamin B, folat, kalsium, zinc, kalium, iron dan magnesium.

Tepung Millet membantu menurunkan kadar kolesterol jahat, mencegah kanker, menyembuhkan gangguan pencernaan, dan menaikkan kadar insulin dalam tubuh.

Meski Millet sering digunakan sebagai makanan ternak, namun millet sangat berkhasiat. Salah satunya membantu program diet karena tinggi serat dan protein. Tepung Millet merupakan tepung dengan gluten rendah, tapi sangat kaya akan vitamin, mineral dan protein dan rasanya manis.

3. Tepung Amaranth

Foto: Thinkstock
Tepung Amaranth banyak ditemukan di Meksiko, berasal dari biji Amaranth berbentuk kecil-kecil berwarna keemasan yang bulat dan agak gembung. Tepung Amaranth tinggi protein, zat besi, kalisum, serat, dan termasuk tepung dengan kadar gluten rendah.

Biji Amaranth yang sudah mongering bisa dijadikan sereal sebagai hidangan sarapan. Biji ini akan meletup seperti popcorn dan empuk seperti sereal jika direndam dalam air panas.

4. Tepung Beras

Foto: Getty Images
Selain sebagai sumber karbohidrat seperti nasi, tepung beras juga mengandung protein, kalsium, air, fosfor, zat besi, vitamin A, B dan C. Tepung beras mengandung gluten dan gula yang cukup tinggi khususnya tepung beras putih. Karena itu mengonsumsi tepung beras secara berlebihan dapat memicu naiknya kadar gula darah.

Tepung beras memiliki varian seperti tepung beras merah dan tepung beras putih. Perbedaannya adalah kandungan karbohidrat pada tepung beras merah lebih rendah namun kalorinya lebih tinggi dibanding tepung beras putih.

5. Tepung Kedelai

Foto: Getty Images
Kedelai dikenal mengandung protein dan asam lemak omega-3 yang tinggi, selain itu juga mengandung vitamin dan mineral. Protein pada kedelai sangat bagus bila dikonsumsi bagi wanita yang masuk usia menopause dan lansia.

Protein yang terkandung dalam kedelai seperti asam amino argirin dan glisin,merupakan komponen penyusun hormon insulin dan glukogen yang disekresi oleh kelenjar pangkreas dalam tubuh. Semakin tinggi asupan protein, sekresi hormon insulin dan glukogen ke dalam jaringan tubuh akan makin meningkat. Karenanya dapat menekan kadar glukosa darah dan diubah menjadi energi.

6. Tepung Quinoa

Foto: Thinkstock
Tepung Quinoa mengandung protein dari pada jenis tepung lainnya yaitu hampir 100%. Selain itu juga mengandung semua jenis asam amino essensial. Protein dari tepung Quinoa dapat diserap oleh tubuh seperti halnya degan putih telur. Keistimewaannya tepung ini sama sekali tidak mengandung gluten.

Quinoa selalu dibandingkan dengan gandum, jika dilihat dari segi kandungan glutennya maka quiona lebih sehat disbanding gandum. Quinoa dalam bentuk buliran memiliki rasa sedikit sepat dan pahit. Untuk menghilangkannya cuci dan bilas beberapa kali. Quinoa menjadi makanan pokok bagi suku Indian Amerika Selatan didataran tinggi Pegunungan Andes.
Halaman 2 dari 7
(msa/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads